Type to search

Berita

Langgar Batas Kecepatan Berkendara di Pabrik, MA Kabulkan PHK Perusahaan

Share

Ilustrasi. (foto: http://translogtoday.com)

Jakarta | Yurni Iskandar, dianggap terbukti telah melakukan pelanggaran tata tertib yang diberlakukan oleh PT. Bukit Makmur Mandiri Utama, yang mengharuskan setiap pengemudi dalam membawa kendaraan mematuhi batas kecepatan didalam area perusahaan tidak lebih dari 40 km/jam. Menurut Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA) pada tingkat Kasasi, menyatakan tindakan Yurni yang berkendara hingga 76 km/jam, merupakan pelanggaran dan beralasan hukum untuk dinyatakan putus hubungan kerja.

Terhadap pertimbangan hukum tersebut, MA membatalkan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Samarinda, No. 68/Pdt.Sus-PHI/2015/PNSmr tanggal 15 Maret 2016, yang telah memerintahkan perusahaan untuk mempekerjakan kembali Yurni pada posisi dan keadaan semula.

“Menyatakan PHK antara Penggugat dengan Tergugat sejak putusan ini diucapkan yaitu 6 Februari 2017,” ujar Hakim Agung Panji Widagdo membacakan amar Putusan No. 14 K/Pdt.Sus-PHI/2017. Atas amar tersebut, MA menetapkan besaran uang pesangon Yurni sebesar 1 (satu) kali Pasal 156 ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003, beserta upah selama menunggu proses PHK sebanyak 6 (enam) bulan, yang jumlah seluruhnya sebesar Rp.28,8 juta.

Putusan MA tersebut, juga setidaknya menolak tuntutan Yurni, yang meminta dipekerjakan kembali dan disertai pembayaran upah sejak November 2014. Yurni terpaksa menggugat perusahaan yang berlokasi di Kutai Timur itu, akibat perlakuan pemutusan hubungan kerja secara sepihak sejak 25 Oktober 2014. (-02)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *