Type to search

Berita

MA: Putusan Verstek Hanya Bisa di-Verzet

Share

Ilustrasi. (foto: tribunmaluku.com)

Jakarta | Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Manado, yang memutus perkara gugatan Jimmy R Sumangkut tanpa kehadiran PT. Permata Finance Indonesia, dinilai Mahkamah Agung (MA) tidak dapat diajukan kasasi. Menurut ketentuan Pasal 153 RBg, MA berpendapat, putusan tanpa kehadiran tergugat (verstek) maka hanya bisa diajukan upaya hukum perlawanan (verzet) oleh tergugat.

“Bahwa terhadap putusan verstek sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 153 RBg, bagi pihak Tergugat upaya hukumnya adalah mengajukan verzet atau perlawanan terhadap putusan verstek tersebut, oleh karena itu permohonan kasasi tersebut harus dinyatakan tidak dapat diterima”, ucap Hakim Agung Panji Widagdo, membacakan Putusan Kasasi No. 978 K/Pdt.Sus-PHI/2016.

Sebelumnya, Jimmy tidak dapat menerima pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh perusahaan secara sepihak pada Mei 2014 lalu itu. Penolakan tersebut didasari atas alasan, bahwa perusahaan hanya mencari-cari kesalahan dirinya berupa efisiensi dan tidak mencapai target. Atas maksud pemutusan tersebut, Jimmy dijanjikan akan diberikan uang kompensasi sebesar Rp.5 juta.

Penawaran itu ditolak Jimmy, ia menuntut pemberian uang pesangon dan upah selama tidak lagi dipekerjakan sebesar Rp.118 juta lebih. Namun, PHI Manado dalam putusan No. 17/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Mnd, hanya menghukum perusahaan yang berlokasi cabang di Ranotama, Manado, Sulawesi Utara itu, untuk membayar uang pesangon beserta upah selama proses kepada Jimmy yang baru bekerja selama 4 (empat) tahun sebagai surveyor kredit, sebesar Rp.23,4 juta. (-03)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *