Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.553

Tidak Dapat Dianggap Mangkir, MA: Tetap Nyatakan PHK

ilustrasi.

Jakarta | Tindakan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh PT. International FB terhadap Agung Wahono sejak 2 April 2015, dinilai tidak melalui mekanisme sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Demikian pertimbangan hukum dalam Putusan No. 143 K/Pdt.Sus-PHI/2017, yang diputuskan oleh Majelis Hakim Agung yang diketuai Zahrul Rabain dan beranggotakan Dwi Tjahjo Soewarsono serta Buyung Marizal.

MA berpendapat, adanya pemberian izin dari atasan  terkait ketidakhadiran Agung sejak tanggal 26 Maret hingga 1 April 2015, tidak dapat dikualifikasikan mangkir. Namun, MA menganggap Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang, tidak salah dalam menerapkan hukum.

Sehingga, Putusan PHI Serang Nomor 25/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Srg tanggal 20 September 2016, yang menetapkan pemberian uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak sesuai Pasal 156 ayat (2), ayat (3) serta ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 sebesar Rp.28,8 juta, telah sesuai dengan hukum dan perundang-undangan. Selain itu, Agung juga dianggap berhak mendapatkan Tunjangan Hari Raya dan sisa cuti yang belum diambil.

Dalam surat gugatannya, Agung mempersoalkan 9 (sembilan) jam kerja perhari tanpa diberikan upah lembur sejak September 2013 sampai dengan 2 April 2015. Agung juga meminta besaran uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan ditambah dengan THR dan sisa cuti, yang seluruhnya berjumlah sebesar lebih dari Rp.82 juta. (-03)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of