Type to search

Berita

Dihukum Bayar Pesangon Setelah Berlakukan Kontrak Selama Lima Belas Tahun

Share

Ilustrasi. (foto: poskotanews.com)

Medan | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan, menghukum PT. Syarikatama untuk membayar uang pesangon kepada Kajul Sudiono sebesar Rp.60 juta. Majelis PHI yang diketuai oleh Hakim Masrul, menilai perjanjian kerja kontrak (waktu tertentu) yang diberlakukan perusahaan telah bertentangan dengan Pasal 59 ayat (4) dan ayat (6) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

Selama 15 tahun, Kajul yang bekerja sebagai cleaning service dipekerjakan dengan perjanjian kontrak, yang diperpanjang setiap tahun tanpa jeda waktu. “Bahwasanya status Penggugat sebagai pekerja waktu tertenty yaang memperbaharui kontraknya setiap tahun selama lima belas tahun adalah tidak sesuai dengan ketentuan sehingga perjanjian kerja waktu tertentu demi hukum berubah menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu”, ujar Hakim Masrul, Kamis (8/6) lalu.

Sebelumnya, perusahaan yang berlokasi di Jalan Marelan Raya, Medan itu, mendalilkan Kajul telah mengundurkan diri. Karena setiap tahun, Kajul selalu mengajukan lamaran kerja. Sehingga, hubungan kerja antara perusahaan dengan pekerja yang diikat melalui perjanjian kerja kontrak, setelah adanya permohonan lamaran kerja, maka hubungan kerja sebelumnya telah berakhir yang disertai dengan pemberian uang kompensasi sebesar Rp.2 juta.

Namun dalil perusahaan tersebut, telah dibantah oleh Kajul dalam surat gugatannya. Karena kompensasi yang diberikan oleh perusahaan sebesar satu bulan gaji, sangatlah tidak sebanding dengan masa pengabdian Kajul sejak bulan Januari 2001 hingga Juli 2016. Sependapat dengan gugatan Kajul, PHI Medan dalam putusannya No. 411/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Mdn berpendapat, pembaharuan perjanjian kontrak selama lima belas tahun, merupakan bentuk kesengajaan perusahaan melanggar peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan. (-02)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *