Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
707

Dipecat Akibat Memungut Uang dari Calon Tenaga Kerja

Ilustrasi. (gambar: infolokersatu.blogspot.co.id)

Bandung | Ketua Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung Kartim Haerudin, akhirnya menyatakan hubungan kerja antara PT. Kereta Api Indonesia dengan W, putus terhitung sejak 1 Juli 2016. W dinyatakan terbukti telah memungut uang dari calon tenaga kerja, dengan janji dapat bekerja di perusahaan transportasi milik negara tersebut.

W dinilai telah melanggar Perjanjian Kerja Bersama, dan diputuskan hubungan kerja secara sepihak pada tanggal 11 Juli 2016, karena dianggap telah melakukan kesalahan berat berupa mencemarkan nama baik dan citra perusahaan, serta menipu pencari kerja. Terhadap alasan perusahaan tersebut, W mendalilkan diirnya tidak dapat diputus hubungan kerjanya sebelum ada putusan dari pengadilan pidana yang telah berkekuatan hukum tetap.

Menurut Kartim, PHI tetap dapat berwenang memeriksa, mengadili dan memutus sengketa pemutusan hubungan kerja atas alasan kesalahan berat, meskipun belum ada putusan pengadilan pidana. Ia melandaskan pendapatnya itu pada Surat Edaran (SE) Mahkamah Agung (MA) Nomor 3 Tahun 2015. Selain itu, W dianggap telah turut serta melakukan perekrutan karyawan yang bukan kewenangannya.

Dalam pertimbangan hukumnya, PHI menilai bukti surat pernyataan dari beberapa calon tenaga kerja mengaku ditipu, karena telah memberikan uang sebagai imbal jasa untuk dapat diterima bekerja. Oleh karenanya, berdasarkan Putusan No. 12/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Bdg, W dianggap telah melakukan tindakan indispliener, dan wajib bagi perusahaan untuk membayar uang pesangon 1 kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. (-02)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of