Sabtu, 23 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.058

Gugatan Ditolak Karena Tak Bisa Buktikan Besaran Upah, MA Batalkan Putusan PHI

Ilustrasi.

Jakarta | Tak terima seluruh gugatannya terhadap Bengkel Gunawan ditolak oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Banjarmasin, Mulyadi akhirnya dimenangkan oleh Mahkamah Agung (MA). Dalam salinan putusan kasasi No. 110 K/Pdt.Sus-PHI/2017, PHI dinilai telah salah dalam menerapkan hukum karena menolak gugatan Mulyadi akibat tidak adanya alat bukti yang menyatakan besaran upah Mulyadi sebesar Rp.12 juta perbulan.

Majelis Hakim Kasasi yang dikeutia oleh Hakim Agung Sudrajad Dimyati berpendapat, dalam dalil gugatannya Mulyadi mengaku menerima upah Rp.1,5 juta perbulan, atau dibawah upah minimum yang berlaku sebesar Rp.2,1 juta perbulan. Oleh karenanya, bagi Majelis Hakim tepat dan beralasan hukum untuk menyatakan upah Mulyadi perbulan sebesar Rp.2,1 juta.

Terhadap pertimbangan tersebut, pengakhiran hubungan kerja terhadap Mulyadi sejak tanggal 26 Maret 2016, lebih tepat dikualifikasikan karena memasuki usia pensiun karena usianya yang telah mencapai 64 tahun. “Maka beralasan hukum dengan menyatakan pemutusan hubungan kerja karena pekerja memasuki usia pensiun”, demikian bunyi pertimbangan hukum MA yang dilansir dari laman resmi mahkamahagung.

Dengan demikian, Putusan PHI No. 22/PHI.G/2016/PN.Bjm dibatalkan oleh MA. Sekaligus menghukum Pemilik Bengkel untuk membayar uang kompensasi pensiun kepada Mulyadi yang telah bekerja selama 33 tahun, berupa uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seluruhnya sebesar Rp.67,7 juta. (-03)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of