Kamis, 19 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
967

MA Tegaskan Panggilan Bekerja Saat Mediasi Tidak Dapat Dipertimbangkan

Ilustrasi. (gambar: intisari-online.com)

Jakarta | Panggilan bekerja oleh PT. Terminal Motor terhadap Melki Atanambi disaat penyelesaian perselisihan hubungan industrial telah memasuki tahapan mediasi, ditegaskan oleh Majelis Hakim Kasasi pada Mahkamah Agung (MA) tidak memenuhi ketentuan Pasal 168 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, sehingga panggilan kerja tersebut tidaklah dapat dipertimbangkan.

“Bahwa perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja antara Pemohon dengan Termohon Kasasi tidak premature, karena perselisihan telah menempuh prosedur penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja dalam tahap bipartit dan mediasi”, demikian pertimbangan hukum MA dalam Putusan No. 1104 K/Pdt.Sus-PHI/2016.

MA menilai Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Makassar No. 10/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Mks, yang telah menghukum perusahaan membayar uang pesangon sebesar 2 (dua) kali Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (3) serta ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, sebesar Rp.38,3 juta, telah tepat dan tidak bertentangan dengan hukum.

Penetapan besaran uang pesangon oleh PHI Makassar, juga dianggap MA telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Karena alasan pemutusan hubungan kerja terhadap Melki sejak 15 Maret 2016, berupa mencuri handphone dan uang sebesar Rp.150 ribu, tidak terbukti. Dalam pendapatnya, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Agung Panji Widagdo menyatakan, “Tuduhan mencuri HP dan uang Rp. 150.000 tidak dapat dibuktikan oleh Tergugat”. (-03)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of