Selasa, 16 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.290

Merasa Statusnya Tidak Jelas, Buruh Mengadu ke LBH

Demak | Puluhan pekerja PT. Mapan Wijaya dengan mengendarai sepeda motor akhirnya mendatangi kantor LBH Demak Raya, untuk minta perlindungan dan pendampingan hukum terkait dengan nasib yang sedang dialaminya. Murni salah satu pekerja menyampaikan pengaduannya ke kantor LBH Demak Raya, agar mau mendampingi dan memperjuangkan hak hak normatif yang banyak dilanggar oleh perusahaan.

Haryanto, Advokat Publik LBH Demak Raya yang menerima pengaduan puluhan pekerja ini menyampaikan, akan segera menindak-lanjuti aduan para pekerja yang rata rata sudah bekerja sekitar 4 tahunan, tapi statusnya tidak jelas, sehingga sejak beberapa hari yang lalu  secara spontanitas melakukan mogok kerja. Para pekerja juga telah mendatangi Dinas Tenaga Kerja Kab. Demak.

Selain masalah pembayaran gaji yang masih dibawah upah minimum dan seringkali telat, besaran upah lembur juga ditengarai tidak sesuai dengan undang-undang, serta masih banyak karyawan yang tidak didaftarkan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), ujar Haryanto.

Lebih lanjut, Kepala Kantor LBH Demak Raya Nanang Nasir berharap, dengan tuntutan pekerja ini pihak perusahaan segera memenuhinya sebagaimana aturan perundang-undangan yang berlaku. Namun, jika perusahaan masih mengabaikan hal tersebut, maka LBH Demak Raya siap mendampingi para pekerja dalam tahapan Penyidikan di Kepolisian atau ke melalui Pengadilan Hubungan Industrial. (-02)

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
setiawan Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
setiawan
Guest
setiawan

Tolong dijawa tengah khususnya di kota Klaten banyak toko toko yg menggaji karyawannya sangat sangat dibawah standar upah minimum daerah kerja padahal .kami ingin disama ratakan dengan standar upah yang sudah ditetapkan dikota Klaten karena sekarang biaya hidup semakin mahal sulit dirasakan ,tolong kami tidak tau mau mengadu kemana protes sama yg memperkejakan kami pun percuma karena tak ada slip gaji yg ditetapkan