Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
935

Perjanjian Kontrak 2,5 Tahun Dibatalkan PHI, MA: Tidak Salah

Ilustrasi. (gambar: blog.talenta.co)

Jakarta | Tindakan PT. Prosys Bangun Persada yang memperjanjikan Arman Syair selama 2 tahun 6 bulan, dengan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak), dinilai Mahkamah Agung (MA) telah melanggar ketentuan Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Sebab, undang-undang hanya membolehkan pengikatan perjanjian kontrak pertama paling lama 2 tahun.

Dengan demikian, menurut MA, putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 132/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Jkt.Pst, yang menyatakan hubungan kerja antar keduanya menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu (pekerja tetap), tidak bertentangan dengan hukum atau undang-undang.

“Jangka waktu PKWT pertama yang diperbolehkan menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 paling lama 2 tahun, sehingga PKWT itu demi hukum berubah menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu atau pegawai tetap”, demikian bunyi kutipan pertimbangan hukum dalam salinan Putusan MA No. 43 K/Pdt.Sus-PHI/2017.

Terhadap pertimbangan tersebut, MA berpendapat, keberatan yang diajukan oleh perusahaan yang berlokasi di Gedung Wisma 76, Jakarta itu, haruslah ditolak. Sehingga, perusahaan wajib membayar kepada Arman yang menerima upah hampir Rp.36 juta perbulan, uang pesangon dan uang penggantian hak serta upah proses sebesar Rp.381,3 juta. (-02)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of