Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.309

Tak Ada Perjanjian Tertulis, Baru Dua Bulan Bekerja Berhak Dapat Pesangon

Ilustrasi. (foto: indonesialaborlaw.com)

Jakarta | Akhirnya Mahkamah Agung (MA) dalam Putusan No. 999 K/Pdt.Sus-PHI/2016, menguatkan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Tanjung Pinang, yang menghukum PT. Mes Sinergy untuk memberikan uang pesangon kepada Muhammad Yasir, dkk (6 orang), yang baru bekerja selama 2-4 bulan.

PT. Mes Sinergy dinilai telah melakukan pelanggaran Pasal 59 ayat (2) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Karena jenis pekerjaan yang dikerjakan oleh perusahaan yang berlokasi di Komplek Ruko Pasar Segar Sukajadi, Batam tersebut, bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam kurun waktu tertentu.

Selain itu, menurut Yasir dan kawan-kawan, sejak mereka bekerja tidak pernah menanda-tangani perjanjian kerja tertulis. Mereka hanya diberitahukan besaran upah dan langsung diperintahkan bekerja. Namun setelah sebulan bekerja, mereka tidak diberikan upah secara tepat waktu, dan mengalami keterlambatan hingga 15 belas hari kemudian.

Meskipun upahnya dibayar tidak tepat waktu, namun Yasir dan kawan-kawan tetap melakukan pekerjaan, hingga tiba-tiba perusahaan menyampaikan pemberitahuan untuk berhenti bekerja sementara sampai dengan adanya pemberitahuan selanjutnya. Merasa tak terima dengan tindakan perusahaan, Yasir dkk mengadukan persoalan mereka ke Pegawai Mediator Hubungan Industrial pada Dinas Tenaga Kerja Kota Batam.

Dalam anjurannya, Disnaker meminta perusahaan membayarkan upah selama tidak mempekerjakan Yasir dkk, dan menganjurkan agar mempekerjakan kembali. Namun, anjuran Disnaker tidak dijalankan perusahaan, sehingga Yasir meminta penyelesaian perselisihannya melalui PHI Tanjung Pinang. Melalui Putusan No. 11/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Tpg tanggal 9 September 2015, PHI menghukum perusahaan untuk membayar uang pesangon beserta upah sebesar Rp.155 juta. (-03)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of