Type to search

Berita

10 Tahun Berjuang Setelah Dipecat Sepihak Karena Dirikan Serikat

Share

Gedung Mahkamah Agung, Jakarta. (foto: liputan6.com)

Jakarta | Sepuluh tahun, bukanlah waktu yang sebentar bagi Kasenan dan Sukardi untuk memperjuangkan nasib mereka di lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Putusan bekerja kembali yang diputus oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sejak 27 Desember 2007 lalu, belum dapat dinikmati oleh mereka. Sebab, tempat ia bekerja, PT. Atlantic Permata Hotel mengajukan kasasi dan peninjauan kembali.

Bermula dari pemutusan hubungan kerja sepihak yang mereka alami sejak 9 Agustus 2005, keduanya melakukan perlawanan terhadap tindakan sewenang-wenang perusahaan. Karena yang menjadi alasan pemutusan hubungan kerja bagi dirinya, adalah akibat dirinya mendirikan serikat pekerja dan perusahaan tidak mengijinkan. Keinginan Kasenan dan Sukardi dibalas oleh perusahaan dengan perintah agar keduanya mengundurkan diri dengan uang kompensasi sebesar Rp.7 juta.

Mereka berusaha untuk dapat menyelesaikan permasalahannya dengan perusahaan melalui musyawarah hingga meminta bantuan dari Dinas Tenaga Kerja. Namun, perusahaan tetap berkeinginan memutuskan hubungan kerja dengan Kasenan dan Sukardi. Hingga akhirnya, keduanya memilih untuk mengajukan gugatan ke PHI Jakarta Pusat. Dalam Putusan No. 239/PHI.G/2007/PN.Jkt.Pst, PT. Atlantic Permata Hotel diperintahkan untuk mempekerjakan kembali Kasenan dan Sukardi, disertai dengan hukuman pembayaran upah selama tidak dipekerjakan, tunjangan hari raya dan uang paksa (dwangsom) sebesar Rp.30 ribu terhitung sejak perkara tersebut memperoleh putusan yang berkekuatan hukum tetap.

Terhadap Putusan PHI, perusahaan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Akan tetapi, MA dalam amar putusannya No. 459 K/Pdt.Sus/2008 tanggal 28 Agustus 2008, menyatakan permohonan kasasi perusahaan tidak dapat diterima. Begitupun dengan permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh perusahaan, MA menyatakan permohonan PT. Atlantic Permata Hotel, tidak dapat diterima.

Dalam pertimbangan hukumnya, Majelis Hakim PK yang diketuai oleh Hakim Agung Sudrajad Dimyati, menilai permohonan peninjauan kembali bertanggal 19 September 2013 yang diajukan perusahaan telah melewati masa tenggang waktu, terhitung sejak diterimanya Putusan Kasasi MA pada 28 Januari 2010 oleh pihak perusahaan. “Menyatakan permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali PT. Atlantic Permata Hotel tersebut, tidak dapat diterima”, ujar Dimyati, saat membacakan amar Putusan PK No. 51 K/Pdt.Sus-PHI/2017, Kamis (18/5/2017).

Ditempat terpisah, Praktisi Hukum Ketenagakerjaan Muhammad Hafidz mengatakan, apabila PT. Atlantic Permata Hotel tidak bersedia menjalankan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, maka kedua pekerja tersebut dapat mengajukan pelaksanaan putusan ke Pengadilan Niaga, agar untuk selanjutnya penyelesaian perkara keduanya diurus oleh pengurus atau kurator. (-02)

1 Comment

  1. Roy 26 Agustus 2017

    Saya bekerja diindomaret sebagai seorang driver sudah 8tahun bekerja dan pada saat ini saya dimutasi kebagian helper gudang dikarenakan kinerja saya kurang baik di mata perusahaan dan menginginkan jam kerja normatip Dimana jam kerja driver itu fleksibel kata perusahaan. Bolehkah saya menolak mutasi dari driver ke helper apa yang harus saya lakukan??

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *