Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.446

Dikontrak Setelah Empat Tahun Bekerja, MA Kabulkan Kasasi Pekerja

Ilustrasi. (foto: news.metrotvnews.com)

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) menilai Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Gresik, yang menolak seluruhnya gugatan Erik Awang Nurdiansyah, telah keliru sehingga haruslah dibatalkan. Menurut MA, sebelum PT. Temprina Media Grafika menerapkan perjanjian kerja kontrak (waktu tertentu) di tahun 2012, Erik telah bekerja sejak 5 Maret 2008 tanpa diikat dengan perjanjian kerja.

Terhadap fakta hukum tersebut, Majelis Hakim tingkat Kasasi yang diketuai oleh Hakim Agung Sudrajad Dimyati, berpendapat perjanjian kontrak yang dibuat oleh perusahaan pada tahun 2012 hingga 2015, tidak sah. “Bahwa oleh karena tidak ada perjanjian tertulis sejak tanggal 5 Maret 2008, maka berdasarkan ketentuan Pasal 57 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, perjanjian kerja itu adalah merupakan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu”, ujar Dimyati, Senin (6/2/2017) lalu.

Namun tuntutan Erik agar dapat dipekerjakan kembali, ditolak oleh MA. Lebih lanjut MA beranggapan, hubungan kerja antara Erik dengan PT. Temprina apabila dilanjutkan, tidak lagi harmonis. “Bahwa oleh karena hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat sudah tidak harmonis, dimana Penggugat sudah tidak bersedia mempekerjakan Tergugat lagi, oleh karena itu cukup alasan untuk menyatakan putus hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat”, terang Dimyati membacakan pertimbangan hukum dalam Putusan No. 42 K/Pdt.Sus-PHI/2017.

MA menetapkan masa kerja Erik selama 8 tahun lebih sejak Maret 2008 hingga Putusan PHI Gresik No. 4/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Gsk tanggal 19 Mei 2016 dibacakan. “Menghukum Tergugat Rekonvensi untuk membayar kepada Penggugat Rekonvensi berupa pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sejumlah tujuh puluh tiga juta empat ratus tujuh puluh enam ribu tiga ratus tujuh puluh lima rupiah”, tutur Dimyati. (-02)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of