Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
3.679

Dipecat Sepihak, BPJS Kesehatan Langsung Hentikan Layanan

Layanan BPJS Kesehatan online. (foto: pribadi)
Layanan BPJS Kesehatan online. (foto: pribadi)

Cilegon | Seribuan buruh PT. Indoferro yang terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, terhitung sejak akhir bulan Juli 2017 kemarin, dinyatakan non-aktif. Padahal, antara mereka dengan perusahaan yang berlokasi di Ciwandan, Kota Cilegon itu, belum dinyatakan putus hubungan kerjanya oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Dalam keterangan persnya, kuasa hukum buruh perusahaan biji nikel itu, Iskandar Zulkarnaen meminta penjelasan dari BPJS Kesehatan, atas status non-aktif tersebut. Iskandar menyebut BPJS Kesehatan telah melanggar Pasal 21 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004. Menurutnya, kepesertaan jaminan kesehatan seharusnya tetap berlaku selama enam bulan terhitung sejak seorang pekerja diputuskan hubungan kerja.

Lebih lanjut, Iskandar mengatakan, “Penon-aktifan kepesertaan jaminan kesehatan dilakukan setelah enam bulan sejak adanya PHK. Tapi, kenyataan tidak. Belum ada putusan pengadilan, baru hanya pemberitahuan PHK sepihak, kenapa BPJS langsung non-aktifkan kepesertaan”, tuturnya, Rabu (2/8) petang tadi.

Sejak 21 Juli, 1.200-an buruh PT. Indoferro tidak lagi diperkenankan masuk ke lingkungan perusahaan. Secara tiba-tiba, perusahaan menyatakan dirinya tutup. Pernyataan tersebut, membuat para buruh kaget dan belum dapat menerima keputusan sepihak perusahaan. Diduga, tutupnya perusahaan karena kebijakan yang diterbitkan oleh Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM), yang membuka kembali ekspor biji nikel sehingga menyebabkan harga turun hingga di angka $11 ribu, dengan biaya produksi kotor sebesar $9 ribu.

Menurut perusahaan, turunnya harga biji nikel terjadi pasca diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017, serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 dan 6 Tahun 2017, yang memberi izin ekspor konsentrat mineral kadar rendah seperti bauksit dan nikel. Atas keadaan tersebut, Direktur PT. Indofero David Cornelius, menjelaskan, bahwa perusahaan tidak tutup secara permanen melainkan tutup sementara sampai harga nikel kembali normal. Sedangkan, terkait dengan PHK karyawan, perusahaan bersedia memenuhi hak pekerja akibat dari pengakhiran hubungan kerja. (-02)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of