Type to search

Berita

MA Pertimbangkan Sebab Mogok, Putusan PHI Dibatalkan

Share

Ilustrasi. (foto: www.kejari-sekayu.go.id)

Jakarta | Meskipun Sabrori, dkk (32 orang) telah dinyatakan mangkir akibat mogok kerja tidak sah yang dilakukan pada bulan Mei 2015, namun Mahkamah Agung (MA) mempertimbangkan sebab mogok kerja adalah karena PT. Pacific Panel Art Indah telah membayar upah dibawah upah minimum.

Fakta hukum tersebut, menurut MA, seharusnya dipertimbangkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam mengambil putusan yang hanya menetapkan pemberian uang pisah kepada Sabrori. MA berpendapat, walau ada perjanjian yang menyatakan kebolehan dibayar dibawah upah minimum, akan tetapi ketentuan Pasal 90 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 bersifat memaksa dan tidak dapat disimpangi dengan perjanjian.

Ditolaknya panggilan bekerja oleh Sabrori dan kawan-kawannya saat sedang melakukan mogok kerja, dinilai beralasan akibat pembayaran upah dibawah upah minimum. Lebih lanjut, melalui Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Agung Ibrahim, MA dengan mendasarkan pada fakta hukum tersebut, memandang patut dan adil untuk menyatakan batal Putusan PHI Jakarta Pusat No. 16/Pdt.Sus-PHI.G/2016/PN.Jkt.Pst tanggal 21 Juli 2016 lalu itu.

“Jika bukti-bukti tersebut dipertimbangkan oleh Judex Facti secara seksama, maka diperoleh fakta hukum bahwa Tergugat telah membayar dibawah upah minimum, hal mana bertentangan dengan ketentuan Pasal 90 Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 sekalipun diperjanjikan karena ketentuan tersebut bersifat memaksa sehingga tidak dapat disimpangi dengan perjanjian”, ujar Ibrahim, Kamis (6/4/2017) lalu.

Terhadap pertimbangan tersebut, MA dalam Putusannya No. 256 K/Pdt.Sus-PHI/2017, menghukum perusahaan yang berlokasi di Jalan Ancol Barat, Jakarta Utara itu, untuk membayar kepada Sabrori, dkk uang pesangon sebesar Rp.1,4 miliar serta kekurangan upah tahun 2015 sebesar Rp.37,6 juta.  (-02)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *