Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
973

Mogok Solidaritas Karena Tak Senang Teman Dimaki Atasan

Ilustrasi. (gambar: ukafahrurosid.blogspot.com)
Ilustrasi. (gambar: ukafahrurosid.blogspot.com)

Jakarta | Meskipun harus menanggung resiko, tindakan Erwin Agustinus Purba, dkk (5 orang) yang melakukan aksi solidaritas terhadap temannya yang dimaki oleh atasannya, akhirnya dinyatakan putus hubungan kerjanya dari PT. Mutiara Unggul Lestari oleh Mahkamah Agung (MA).

Tindakan aksi solidaritas yang dilakukan Erwin pada 29 Juli 2015, menurut MA, tidaklah dapat dikualifikasikan mangkir yang dapat menyebabkan pemutusan hubungan kerja tanpa uang pesangon. Sebab perusahaan tidak pernah melakukan pemanggilan untuk bekerja kembali sebanyak dua kali, sesuai syarat yang telah ditentukan dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 232 Tahun 2003.

Erwin dan kawan-kawan, menilai atasannya tidak pantas memaki teman sekerjanya dihadapan kedua anak temannya itu. Saat itu, teman sekerjanya hendak mengantar kedua anaknya ke halte bus. Pada kesempatan tersebutlah, atasan Erwin memaki dengan kata-kata kotor yang tidak jarang dilakukan juga kepada pekerja lainnya.

Namun ketidakhadiran Erwin untuk bekerja seperti biasa, dianggap MA sebagai kesalahan yang dapat dijadikan alasan pemutusan hubungan kerja. “Bahwa terhadap peristiwa hukum ini patut dan adil diterapkan ketentuan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, para Penggugat berhak atas 1 (satu) kali uang pesangon”, ujar Hakim Agung Ibrahim membacakan Putusan No. 277 K/Pdt.Sus-PHI/2017, Rabu (29/3/2017).

Atas pertimbangan hukum tersebut, Hakim Agung Ibrahim membatalkan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru No. 66/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Pbr tanggal 30 Maret 2016, yang hanya menetapkan pemberian uang pisah kepada Erwin, dkk. (-02)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of