Selasa, 12 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.496

Mogok Tidak Berturut-Turut, Pekerja Tidak Dapat Dianggap Mengundurkan Diri

Ilustrasi. (gambar: skalanews.com)

Jakarta | Majelis Hakim Peninjauan Kembali (PK) pada Mahkamah Agung (MA), yang mengadili perselisihan pemutusan hubungan kerja Mukhamad Suradi, dkk (19 orang), menolak permohonan PK yang diajukan oleh PT. Gema Ista Raya. Alasannya, karena mogok kerja yang dilakukan oleh Suradi, dkk terbukti tidaklah berturut-turut meskipun dilakukan selama tujuh hari.

“Bahwa sesuai dengan pembuktian yang benar dari judex factie mogok kerja tidak sah tanggal 23 sampai dengan 25 April 2013, dan tanggal 16 sampai dengan 19 April 2013, dengan demikian mogok kerja tidak berlangsung selama 7 hari terus menerus”, demikian salah satu pertimbangan hukum dalam Putusan No. 73 PK/Pdt.Sus-PHI/2016.

Sehingga, anggapan perusahaan yang memutuskan hubungan kerja dengan alasan mengundurkan diri, dinilai Majelis Hakim PK yang diketuai oleh Hakim Agung Yulius, tidaklah beralasan menurut hukum. “Bahwa mogok kerja tidak sah dalam perkara a quo dilakukan tidak terus menerus selama 7 hari, maka akibat dari mogok kerja tidak memenuhi yang disyaratkan Pasal 6 Kepmenkertrans Nomor Kep. 232/Men/2003”, ujar Yulius.

Atas putusan MA tersebut, maka PT. Gema Ista Raya harus menjalankan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya No. 124/G/2013/PHI.Sby, yang menghukumnya untuk membayar kepada Suradi dan kawan-kawannya, berupa uang pesangon sebesar 1 (sau) kali ketentuan undang-undang, yang seluruhnya sebesar Rp.392,5 juta. (-03)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of