Type to search

Berita

Pengadilan Perintahkan Bayar Pesangon Jika Pengusaha Tidak Mempekerjakan Kembali

Share

Ilustrasi. (foto: merdeka.com)

Jakarta | Meskipun Jujun Bovianto telah membuat surat pengunduran diri dari PT. Gita Snack terhitung sejak 9 April 2016, namun Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Semarang memerintahkan perusahaan untuk mempekerjakan kembali Jujun. Dalam amar putusan No. 38/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Smg, PHI Semarang sejak tanggal 31 Oktober 2016 lalu, juga memberikan putusan alternatif, yang apabila perusahaan tidak mempekerjakan kembali Jujun, maka perusahaan dihukum untuk membayar uang pesangon.

Selain perintah untuk bekerja kembali dan pembayaran uang pesangon sebesar Rp.55,2 juta, perusahan dihukum untuk membayar upah. Pengunduran diri Jujun dianggap tidak memenuhi kualifikasi Pasal 162 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, karena bukan atas kemauan diri sendiri, melainkan karena dirinya diminta untuk mengganti kerugian atas kerusakan yang tidak dilakukannya.

Putusan PHI Semarang tersebut, dikuatkan oleh Mahkamah Agung (MA) sejak 20 April 2017 lalu. MA dalam pertimbangan hukumnya dalam Putusan No. 282 K/Pdt.Sus-PHI/2017, membenarkan PHI menjatuhkan putusan alternatif. “Bahwa putusan judex facti yang memberi putusan alternatif kalau Tergugat tidak bersedia mempekerjakan kembali dihukum untuk mengganti membayar uang kompensasi sesuai ketentuan pasal 156 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 dapat dibenarkan, karena dalam petitum gugatan memohon putusan yang seadil adilnya”, ucap Hakim Agung Panji Widagdo.

Berikut sebagian petikan Putusan PHI Semarang:

  • Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;
  • Memerintahkan Tergugat untuk mempekerjakan kembali Penggugat setelah putusan ini diucapkan;
  • Menghukum Tergugat untuk membayar upah/gaji sejak tanggal 8 April 2016 sampai dengan putusan ini diucapkan sebesar dua belas juta rupiah;
  • Menghukum Tergugat untuk membayar Tunjangan Hari Raya tahun 2016 sebesar dua juta rupiah;
  • Menyatakan Tergugat telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja kepada Penggugat pada tanggal 30 April 2017 apabila enam bulan sejak putusan ini diucapkan Tergugat belum mempekerjakan kembali Penggugat;
  • Menghukum Tergugat untuk membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sebesar lima puluh lima juta dua ratus ribu rupiah pada tanggal 30 April 2017 apabila 6 enam bulan sejak putusan ini diucapkan, Tergugat belum mempekerjakan kembali Penggugat;
  • Menghukum Tergugat untuk membayar upah/gaji Penggugat sejak tanggal 8 April 2016 sampai dengan tanggal 30 April 2017 sebesar dua puluh empat juta rupiah apabila enam bulan sejak putusan ini diucapkan Tergugat belum mempekerjakan kembali Penggugat;
  • Menghukum Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) secara tunai kepada Penggugat sebesar seratus ribu rupiah setiap hari terhitung sejak putusan ini berkekuatan hukum tetap sampai dengan putusan ini dilaksanakan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *