Sabtu, 20 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.146

Setelah Dipecat Dirikan Serikat, MA Nilai Pengurus Tak Miliki Legal Standing

Sudrajad Dimyati saat menjalani tes calon Hakim Agung di DPR, 18 September 2013 silam. (foto: kompas.com)
Sudrajad Dimyati saat menjalani tes calon Hakim Agung di DPR, 18 September 2013 silam. (foto: kompas.com)

Jakarta | Hakim Agung Sudrajad Dimyati, menilai Amat Sugiono, dkk (16 orang) tidak dapat memberikan kuasa ke pengurus serikat pekerja pada tingkatan yang lebih tinggi, karena pembentukan serikat pekerja yang dilakukan tanggal 23 Maret 2016 setelah mereka diputuskan hubungan kerjanya oleh PT. Pandanarum Kenanga Textile pada tanggal 14 Juli 2015.

Dalam pertimbangan hukumnya, MA mendasarkan Putusan No. 348 K/Pdt.Sus-PHI/2017 pada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 7 Tahun 2012. Menurut SEMA tersebut, yang berhak menerima kuasa dari pekerja yang ingin mengajukan gugatan dalam perkara Perselisihan Hubungan Industrial adalah pengurus dari serikat pekerja yang tercatat pada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan pada perusahaan yang bersangkutan dimana pekerja telah menjadi anggotanya.

“Bahwa hubungan kerja antara para Penggugat dengan Tergugat putus sejak 14 Juli 2015, sedangkan serikat pekerja yang menjadi kuasa para Penggugat baru terdaftar pada tanggal 23 Maret 2016 yaitu setelah para Penggugat tidak lagi menjadi pekerja dari Tergugat, dengan demikian kuasa para Penggugat tidak memiliki legal standing untuk mewakili para Penggugat di persidangan”, ujar Sudrajad, Selasa (25/4/2017).

MA juga berpendapat, dengan fakta-fakta hukum tersebut, terdapat cukup alasan untuk membatalkan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Semarang No. 29/Pdt.Sus-PHI/G/2016/PN.Smg tanggal 27 Oktober 2016, yang telah menghukum perusahaan untuk membayar uang pesangon sebesar Rp.393 juta, akibat putusnya hubungan kerja karena efisiensi terhitung tanggal 14 Juli 2015.

“Menyatakan gugatan para Penggugat tidak dapat diterima”, tutur Sudrajad membacakan amar putusan yang didampungi oleh Hakim Ad-Hoc pada MA, yaitu Horadin Sargih dan Buyung Marizal. (-03)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of