Type to search

Berita

Berserikat Setelah Empat Bulan Dipecat, MA Anulir Putusan Pengadilan

Share

Ilustrasi. (foto: BMH)

Jakarta | Gugatan Yudi Arifendy, kandas di Mahkamah Agung (MA). Dalam pertimbangan hukumnya, MA melalui Putusan No. 387 K/Pdt.Sus-PHI/2017, menilai Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Semarang, yang menghukum PT. Artha Prima Finance untuk memberikan uang pesangon dan upah sebesar Rp.61 juta, bertentangan dengan hukum dan harus dibatalkan.

Gugatan Yudi yang diwakili oleh pengurus serikat pekerja, dinilai oleh Majelis Hakim tingkat kasasi diajukan oleh pihak yang tidak memiliki legal standing. Penilaian tersebut didasarkan pada pertimbangan keanggotaan Yudi di serikat pekerja pada Juli 2016, sedangkan Yudi diputuskan hubungan kerjanya sejak Maret 2016.

“Bahwa sesuai ketentuan Pasal 18 dan Pasal 23 UU Nomor 21 Tahun 2000 menyatakan: Pengurus Serikat Pekerja/Serikat Buruh berhak mewakili kepentingan anggotanya di Pengadilan. Faktanya dalam perkara a quo, hubungan kerja antara Pemohon Kasasi dan Termohon Kasasi telah berakhir sejak 7 Maret 2016, sedangkan keanggotaan Termohon Kasasi berdasarkan KTA adalah sejak bulan Juli 2016, karena itu kuasa hukum Termohon Kasasi tidak berhak mewakili Termohon Kasasi untuk beracara di Pengadilan”, ujar Hakim Agung Zahrul Rabain, Selasa (16/5/2017).

Pertimbangan tersebut, menjadi dasar bagi MA untuk membatalkan Putusan PHI Semarang No. 44/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Smg tanggal 13 Desember 2016. Dalam amar putusannya, MA mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan PT. Arta, dan menyatakan gugatan Yudi tidak dapat diterima. (-02)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *