Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
864

Dipecat Karena MA Menangkan Gugatan Pekerja

Gedung Mahkamah Agung, Jakarta (foto: news.detik.com)

Yogyakarta | Melalui Putusan Mahkamah Agung (MA) No. 256 K/Pdt.Sus-PHI/2014, status hubungan kerja Bunari dinyatakan menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu (pekerja tetap). Namun bukannya ditetapkan dengan surat pengangkatan pasca Putusan MA yang mengubah status kontrak menjadi tetap, Bunari justru tetap diputuskan hubungan kerja oleh PT. Jogja Tugu Trans.

Atas tindakan tersebut, Bunari yang telah bekerja selama lebih dari 10 tahun sebagai sopir, akhirnya kembali mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Yogyakarta, 29 Maret 2017 lalu. Kali ini, Bunari menggugat agar perusahaan membayar uang kompensasi pemutusan hubungan kerja lebih dari Rp.36 juta, serta upah selama tidak dipekerjakan sebanyak 42 bulan.

Terhadap gugatan yang diregister oleh PHI Yogyakarta No. 9/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Yyk, Majelis Hakim yang diketuai oleh Suryanto, menilai cukup alasan untuk mengabulkan gugatan Bunari dengan mendasarkan pertimbangan hukum pada Putusan MA. “Majelis Hakim cukup beralasan hukum untuk menyatakan bahwa Perjanjian Kerja Waktu Tertentu antara Penggugat dan Tergugat demi hukum menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu”, ujar Suryanto, Kamis (27/7/2017) lalu.

Akan tetapi, Majelis Hakim menyimpulkan masa kerja Bunari adalah sejak Maret 2011. Fakta hukum tersebut, terungkap dipersidangan oleh Saksi yang dihadirkan oleh Bunari maupun oleh perusahaan. Selain itu, tuntutan Bunari agar upahnya selama tidak dipekerjakan, juga ditolak oleh PHI dengan pemberlakuan azas no work no pay. “Menghukum Tergugat untuk membayar Penggugat sejumlah uang sebesar Rp23.8 juta”, tutur Suryanto. (-02)

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Edi Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Edi
Guest
Edi

Perusahaan arogan seperti “GAJAH LIAR”.