Senin, 16 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.023

Menolak Mutasi ke Perusahaan Lain, MA: Putus Pesangon Dua Kali Undang-Undang

Ilustrasi. (gambar: kapefm.com)

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) berpendapat, tindakan PT. Bangun Makassar Minning yang memindah-tugaskan (mutasi) Andi Hamsah Pawelangi ke PT. Gunung Marmer Raya terhitung sejak 20 Februari 2013, tidak dapat dibenarkan. Dalam putusannya No. 520 K/Pdt.Sus-PHI/2017, MA membenarkan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Makassar, yang telah menghukum perusahaan membayar uang pesangon dua kali undang-undang.

“Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Makassar telah benar menerapkan hukum dengan memberi putusan yang pada pokoknya memutus hubungan kerja dengan uang pesangon 2 (dua) kali, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 karena terbukti mutasi oleh Tergugat kepada Penggugat berlainan badan hukumnya”, ujar Hakim Ibrahim, Kamis (8/6/2017).

PHI dalam Putusan No. 26/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Mks tanggal 31 Maret 2016, menetapkan besaran uang pesangon Andi yang bekerja sejak tahun 2001 sebagai staff personalia seluruhnya sebesar Rp.52,9 juta. Padahal, perusahaan mengkualifikasikan dirinya mangkir dan dianggap mengundurkan diri, dengan pemberian uang jasa sebesar 5 (empat) bulan upah.

Perusahaan berdalih, Andi mempunyai kendala dalam mengoperasikan komputer, sehingga pekerjaannya digantikan oleh orang lain. Terhadap alasan perusahaan, penolakan yang dilakukan Andi adalah karena dirinya dimutasikan ke perusahaan lain, sedangkan ia sejak melamar kerja pertama kali ke PT. Bangun, bukan PT. Gunung. (-03)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of