Sabtu, 14 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
623

Tidak Ada Jeda 30 Hari, Pembaharuan Kontrak Tidak Sah

Ilustrasi. (gambar: careernews.com)
Ilustrasi. (gambar: careernews.com)

Jakarta | Meskipun gugatan Rusdi untuk dipekerjakan kembali ditolak, namun hubungan kerja antara dirinya dengan PT. Hankel Kreasindo sejak Oktober 2010, dinyatakan sebagai pekerja tetap. Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang menyatakan perjanjian kerja kontrak yang dibuat, bertentangan dengan ketentuan Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

Perusahaan yang berlokasi di Jatiuwung, Kota Tangerang itu, dinilai telah keliru dalam menerapkan masa pembaharuan yang kurang dari 30 hari. Tak hanya PHI Serang, Mahkamah Agung (MA) dalam pertimbangan hukumnya pada Putusan No. 665 K/Pdt.Sus-PHI/2017, menyatakan, terbukti hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat adalah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dengan masa percobaan dan jeda waktu pembaharuan kurang dari tiga puluh hari, sehingga Perjanjian Kerja Waktu Tertentu berubah menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu.

MA berpendapat, Putusan PHI Serang No. 39/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Srg tanggal 11 Oktober 2016, yang menghukum perusahaan untuk membayar uang pesangon dan tunjangan hari raya  sebesar Rp.45 juta, telah sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, ternyata bahwa putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Serang dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, sehingga permohonan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi PT. Hankel Kreasindo tersebut harus ditolak”, ujar Hakim Agung Maria Anna Samiyati, Rabu (12/7/2017) lalu. (-02)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of