Type to search

Berita

Bayar Jaminan Hari Tua Tak Sesuai, Lembaga Dana Pensiun Harus Ikut Digugat

Share

Ilustrasi. (foto: okezone.com)

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) menilai gugatan yang diajukan oleh Hasudungan Simbolon, Nurleni Purba dan Ruslan Malau, kurang pihak sehingga harus dinyatakan tidak dapat diterima. Putusan MA tersebut, setidaknya menguatkan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan No. 117/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Mdn tanggal 7 Januari 2016, yang telah lebih dahulu menyatakan gugatan tidak dapat diterima.

Dalam pertimbangan hukumnya, MA berpendapat, tuntutan ketiga mantan pekerja dari PDAM Tirta Uli Pematangsiantar itu, berkaitan dengan kekurangan bayar jaminan hari tua yang telah dikerjasamakan dengan lembaga dana pensiun dari AJB Bumi Putera 1912. Dalam alasan tuntutannya, PDAM dianggap tidak membayarkan premi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan AJB Bumi Putera 1912, sehingga mengakibatkan kekeliruan dalam menghitung manfaat jaminan hari tua yang harus diterima.

Ketua Majelis Hakim Kasasi, Ibrahim dalam Putusan No. 172 K/Pdt.Sus-PHI/2017 mengatakan, “Bahwa jaminan hari tua para Penggugat telah dibayarkan oleh Tergugat berdasarkan Gaji Dasar Asuransi (GDA) yang baru, namun AJB Bumi Putra 1912 membayar dengan GDA yang lama, maka AJB Bumi Putera 1912 harus ditarik sebagai Turut Tergugat, sehingga gugatan saat ini adalah kurang pihak oleh karenanya gugatan tidak dapat diterima”.

Sebelumnya, menurut kuasa hukum ketiga pekerja, Surepno Sarfan, PDAM berkewajiban untuk membayar kepada para Penggugat berupa uang jaminan hari tua yang masih kurang bayar seluruhnya kepada Hasudungan Simbolon Rp253 juta; Nurleni Purba Rp172 juta; Jhonny Pardede Rp239 juta. (-02)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *