Senin, 16 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
407

Berstatus Pekerja Outsourcing Hingga Meninggal, Perusahaan Tak Pernah Buat Perjanjian Kerja

Ilustrasi. (foto: okezonenews.com)
Ilustrasi. (foto: okezonenews.com)

Medan | Ditempatkan di PT. Indojaya Agrinus oleh PT. Bangun Sari Gemilang sejak tahun 1997 hingga meninggal dunia pada 21 Juli 2015, Rejo Prawito tidak pernah menanda-tangani perjanjian kerja. Tak hanya itu, perusahaan juga menolak untuk memberikan uang pesangon akibat berakhirnya hubungan kerja, karena pekerja meninggal dunia.

Merasa ayah mereka memiliki hak yang harus dibayarkan oleh PT. Indojaya Agrinus, keenam anak dari Alm. Rejo Prawito mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan, 8 Mei 2017 lalu. PT. Indojaya Agrinus selaku perusahaan pemberi kerja dan PT. Bangun Sari Gemilang selaku perusahaan outsourcing, digugat untuk secara tagung renteng untuk membayar uang kompensasi sebesar Rp.74,7 juta.

Terhadap gugatan tersebut, kedua perusahaan telah dipanggil untuk menghadiri persidangan serta memberikan jawaban pada 24 Mei, 15 Juni dan 10 Juli 2017. Namun, keduanya tak hadir dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Masrul. Menanggapi ketidak-hadiran kedua perusahaan, PHI Medan akhirnya meneruskan persidangan.

Dalam pertimbangan hukumnya, Majelis Hakim menilai, ketiadaan perjanjian kerja antara Alm. Rejo Prawito dengan PT. Bangun Sari Gemilang selaku perusahaan penyedia jasa tenaga kerja, mengakibatkan hubungan kerja Alm. Rejo beralih menjadi pekerja tetap PT. Indojaya Agrinus. Sehingga, akibat hukum dari berakhirnya hubungan kerja Alm. Rejo menjadi tanggung jawab dan kewajiban PT. Indojaya selaku perusahaan pemberi kerja.

“Menghukum Tergugat I untuk membayarkan hak-hak almarhum Rejo Prawito kepada ahli warisnya sebesar tujuh puluh empat juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah”, ujar Masrul membacakan amar putusan dalam perkara No. 118/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Mdn, Senin (28/8/2017). (-03)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of