Selasa, 15 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
516

MA Hukum Kedubes Suriname Bayar Pesangon Pekerja Lokal Indonesia

Gedung Mahkamah Agung, Jakarta. (foto: liputan6.com)

Jakarta | Maria Itania Setiawan dan Anggreni Ekasari, dinyatakan berhak atas uang pesangon sebagai kompensasi pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh Kedutaan Besar Suriname terhadap keduanya sejak April 2014 lalu. Hal yang menjadi alasan pemutusan saat itu, adalah adanya pemberitaan di koran Suriname mengenai pelanggaran hukum yang dilakukan Kedubes Suriname di Indonesia.

Lalu keduanya dianggap telah mencemarkan nama baik Kedubes, dan dilakukan pemberhentian dengan pemberian setengah bulan gaji tanpa adanya perundingan terlebih dahulu. Terhadap peristiwa tersebut, Maria dan Anggreni menggunakan haknya melalui Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Mereka menggugat Kedubes untuk membayarkan hak-haknya yang timbul dari selama bekerja sejak tahun 2006.

Menanggapi tuntutan keduanya, Kedubes Suriname mengajukan sanggahan. Dalam eksepsi kompetensi absolutnya, Kedubes Suriname mendalilkan dirinya adalah perwakilan disuatu negara di negara lain, yang wilayah ekstrateritorialnya tidak tunduk pada hukum yang berlaku di negara Indonesia, tetapi harus tunduk yang berlaku di Suriname. Selain itu, setiap kedutaan memiliki kekebalan diplomatik, yang diatur dalam Ratifikasi Konvensi Wina Tahun 1961.

Dalam pertimbangan hukumnya, Mahkamah Agung (MA) berpendapat, meskipun kedutaan bukanlah pengusaha tetapi secara prinsip adalah sebagai pemberi kerja, yang didalamnya terdapat unsur pekerjaan, perintah dan upah. “Bahwa Kedutaan memang bukanlah Pengusaha, namun berdasarkan Agreement Employment yang ditandatangani kedua belah pihak, maka secara prinsip Tergugat adalah pemberi kerja memenuhi Pasal 1 angka 4 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003”, ujar Hakim Agung Yakup Ginting, (15/9/2016).

Pada amar putusan No. 696 K/Pdt.Sus-PHI/2016, MA menguatkan Putusan PHI Jakarta Pusat No. 244/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Jkt.Pst tanggal 31 Maret 2016, yang telah menghukum Kedubes Suriname untuk membayar uang pesangon kepada Maria sebesar Rp.174,9 juta dan Anggreni sebesar Rp.216,6 juta. (-03)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of