Type to search

Berita

MA Perkuat Status Tukang Potong Kayu Sebagai Pekerja Tetap

Share

Ilustrasi. (foto: bukalapak)

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) menolak seluruhnya dalil-dalil keberatan yang diajukan oleh PT. Pacific Furniture. Menurut Majelis Hakim MA yang diketuai oleh Hakim Agung Panji Widagdo, Slamet Bagiyanto yang kesehariannya bekerja sebagai pemotong kayu, tidak dapat diperjanjikan dengan perjanjian kerja waktu tertentu (pekerja kontrak).

Dalam Putusan No. 548 K/Pdt.Sus-PHI/2017, MA berpendapat, perusahaan tidak dapat berproduksi jika Slamet tidak memotong kayu. Selain itu, perusahaan juga tidak dapat membuktikan pekerjaan memotong kayu dapat selesai dalam waktu tertentu. “Bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) demikian tepat dalam Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tidak Tertentu dengan hak dua kali uang Pesangon”, ujar Panji, Senin (5/6/2017).

MA juga membenarkan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Semarang No. 35/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Smg tanggal 17 Oktober 2016, yang telah lebih dahulu menyatakan status hubungan kerja antara perusahaan dengan Slamet adalah sebagai pekerja tetap.

Slamet diperjanjikan kontrak sejak 3 Juli 2014 dan lalu diperpanjang setiap 6 (enam) bulan sekali hingga 3 Juli 2016. Namun sebelum 3 Juli 2016, tepatnya tanggal 10 Mei 2016, Slamet diberhentikan oleh perusahaan dengan alasan sedang sepi order. Atas pengakhiran hubungan kerja itu, perusahaan menawarkan kompensasi 2 bulan gaji, namun ditolak oleh Slamet karena ia menuntut uang pesangon sebesar dua kali undang-undang atau 4 bulan upah dan tunjangan hari raya. (-03)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *