Kamis, 18 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
449

PHI Nyatakan Cleaning Service Bukan Pekerjaan Harian Lepas atau Musiman

Ilustrasi.

Pangkalpinang | Koperasi Jasa Usaha Bersama Pertambangan Timah, dihukum untuk oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang, untuk membayar uang pesangon sebesar Rp.789,5 juta kepada Afandi Awaludin, dkk (14 orang), akibat perjanjian kerja kontrak yang dibuat telah bertentangan dengan Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

Keempat belas mantan pekerja yang kesehariannya bekerja sebagai cleaning service atau petugas kebersihan itu, dianggap oleh PHI, dipekerjakan pada pekerjaan yang tidak dapat diperjanjikan dengan perjanjian kontrak berdasarkan harian lepas atau musiman. “Melihat fakta dipersidangan, menurut Majelis, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu yang digunakan Tergugat terhadap status pekerja para Penggugat bukan merupakan jenis pekerjaan musiman”, ujar Hakim Surono, Rabu (4/10/2017).

Sebelumnya, Afandi dan kawan-kawannya, terpaksa menggugat Koperasi tempat mereka bekerja. Karena, mereka tidak lagi dipekerjakan di PT. Timah terhitung sejak tanggal 31 Agustus 2016, dengan alasan masa kontraknya telah berakhir dan tidak lagi diperpanjang. Padahal beberapa orang diantara keempat belas itu, ada yang telah bekerja sejak tahun 1996, sebagai petugas kebersihan.

Terhadap gugatan Afandi yang diregister dalam perkara No. 16/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Pgp, pihak Koperasi berdalih sedang dalam keadaan force majeur. Sehingga, PHI diminta untuk menetapkan besaran uang pesangon sebesar 1 kali ketentuan undang-undang sebesar Rp.482,3 juta, bukan 2 kali yang nilainya sebesar Rp.789,5 juta. (-02)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of