Kamis, 14 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
367

Belum Didaftar Jadi Peserta BPJS, Pengadilan Hukum Perusahaan

Ilustrasi. (foto: infospesial)

Jakarta | Vonis Hakim yang memerintahkan PT. Emha Kebun untuk mendaftarkan Arman dan Mawardi menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dikuatkan oleh Mahkamah Agung (MA). Dalam petikan Putusan No. 260 K/Pdt.Sus-PHI/2017, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Agung Maria Anna Samiyati, menilai Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan, tidak salah dalam menerapkan hukum.

Selain perintah mengikutsertakan kedua pekerjanya menjadi peserta BPJS, PHI Medan juga dianggap telah benar menyatakan status hubungan kerja yang semula dianggap sebagai pekerja harian lepas, menjadi pekerja tetap. “Hubungan kerja antara para Penggugat dengan Tergugat berubah menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu karena para Penggugat telah bekerja pada Tergugat selama 21 hari kerja selama bulan terus menerus”, ujar Maria, Rabu (5/4/2017) lalu.

Arman yang mulai bekerja sejak Januari 2010 dan Mawardi sejak April 2011, tidak terima dipekerjakan sebagai pekerja harian lepas. Sehingga keduanya memutuskan untuk menggugat perusahaan sebagai tempatnya bekerja ke PHI Medan. Terhadap gugatan yang diregister dalam perkara No. 60/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Mdn tersebut, PHI Medan mengabulkan gugatan Arman dan Mawardi.

Dalam putusan yang dibacakan pada 18 Juli 2016, PHI Medan menyatakan hubungan kerja keduanya dengan PT. Emha Kebun sebagai pekerja tetap. Perusahaan juga dihukum untuk memberikan tunjangan beras sebanyak 31,5 kg setiap bulannya, selain pembayaran upah yang telah disepakati sebelumnya. Dan memerintahkan perusahaan mengikutsertakan keduanya menjadi peserta BPJS. (-02)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of