Type to search

Berita

Operator Mesin Sebagai Pekerjaan Bersifat Tetap

Share

Ilustrasi. (gambar: blog.talenta.co)

Jakarta | Status hubungan kerja Muhammad Tata Diyanto dengan PT. Pacific Furniture, dinyatakan beralih menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu (pekerja tetap). Dalam pertimbangan hukumnya, Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA) yang diketuai Maria Anna Samiyati, Rabu (22/3/2017) menilai, pekerjaan sebagai operator merupakan bersifat tetap.

Melalui Putusan No. 227 K/Pdt.Sus-PHI/2017, Maria menegaskan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Semarang telah tidak salah dalam menerapkan hukum. Sehingga, akibat hukum dari pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan oleh perusahaan per-3 Mei 2016, haruslah disertai dengan kewajiban pembayaran uang pesangon oleh perusahaan.

Sebelumnya, PHI Semarang pada 17 Oktober 2016, telah menjatuhkan putusan yang menghukum perusahaan untuk membayar uang pesangon sebesar Rp.8,7 juta beserta tunjangan hari raya sebesar sebulan upah. Tata yang baru bekerja sejak September 2013, dengan upah sebesar Rp.1,9 juta perbulan, diperjanjikan dengan perjanjian kontrak setiap enam bulan sekali, tanpa diberikan salinan perjanjiannya.

Perusahaan mengaku sedang sepi order, dan memberhentikannya pada 3 Mei 2016. Padahal kontrak kerja yang telah ditanda-tangani, baru akan berakhir pada 27 Juni 2016. Dalam sidang mediasi, perusahaan juga telah dianjurkan untuk membayar uang pesangon sebesar 2 (dua) kali undang-undang ketenagakerjaan. Namun terhadap anjuran dari Pegawai Mediator, perusahaan tidak menjalaninya, sehingga Tata mengajukan gugatan ke PHI Semarang dalam register perkara No. 33/Pdt.Sus-PHI/2016. (-02)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *