Type to search

Berita

Alami Kecelakaan Kerja, MA: Pekerja Harian Lepas Berhak Santunan Cacat

Share

Ilustrasi. (gambar: media.iyaa.com)

Jakarta | Tak putus asa untuk memperjuangkan haknya, seorang pekerja harian lepas pada perusahaan kelapa sawit di Kutai Kartanegara, Nadirah yang mata kirinya pada tanggal 12 Nopember 2014 tertusuk rumput pada saat mengumpulkan buah sawit, sehingga mengakibatkan penglihatannya mengalami kecacatan fungsi hingga 80%, akhirnya mendapatkan keadilan.

Meskipun sebelumnya Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Samarinda, telah menyatakan PT. Jaya Mandiri Sukses tidak berkewajiban membayar santunan cacat. Akan tetapi, dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015, Mahkamah Agung (MA) dalam Putusan Kasasinya, menyatakan tindakan perusahaan yang tidak mengikutsertakan Nadirah ke dalam program jaminan sosial yang bersifat wajib, maka beralasan hukum untuk diwajibkan membayar secara tunai atas santunan cacat akibat kecelakaan kerja.

Untuk menetapkan besaran santunan cacat yang harus diterima Nadirah, MA dalam Putusannya No. 580 K/Pdt.Sus-PHI/2017, mendasarkan pertimbangan hukumnya pada Penetapan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kutai Kartanegara No. Kep.568/1101/1.6/09/2015 tanggal 3 September 2015, yang menetapkan kewajiban PT. Jaya Mandiri Sukses kepada Nadirah sebesar Rp.61 juta lebih.

“Terdapat cukup alasan untuk mengabulkan permohonan kasasi tersebut dan membatalkan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Samarinda, selanjutnya Mahkamah Agung akan mengadili sendiri”, ujar Hakim Agung Panji Widagdo, selaku Ketua Majelis Hakim di MA, Kamis (6/7/2017) lalu. Sayangnya, MA tidak mengabulkan permintaan Nadirah yang selama ini dipekerjakan sebagai pekerja harian lepas sejak Februari 2010, yang meminta ditetapkan sebagai pekerja tetap. (-03)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *