Selasa, 12 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
537

MA Anggap Disharmonis, Putusan Bekerja Kembali Dibatalkan

Gedung Mahkamah Agung, Jakarta. (foto: wikipedia.com)

Jakarta | Dengan alasan tidak adanya larangan untuk menyatakan putus hubungan kerja akibat adanya pengalihan hubungan kerja waktu tertentu (kontrak) menjadi pekerja tetap (waktu tidak tertentu), Mahkamah Agung (MA) akhirnya menyatakan hubungan kerja antara Indra Bayu dan Berry Selvian dengan PT. Nippres Tbk, putus dengan disertai pemberian uang pesangon sebesar Rp.140 juta lebih.

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Agung Sudrajad Dimyati, apabila salahsatu pihak sudah tidak lagi menginginkan hubungan kerja berlanjut, maka hubungan kerja dapat diputus. Menurut Sudrajad dengan didampingi Hakim Anggota Horadin Saragih dan Fauzan, alasan tersebut telah sesuai dengan alinea ketiga Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004.

Atas pertimbangan tersebut, Sudrajad menilai Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, telah salah dalam menerapkan hukum. Dalam Putusannya No. 3/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Bdg tanggal 17 Mei 2017, PHI menyatakan perjanjian kerja waktu tertentu yang dibuat PT. Nippres Tbk, batal demi hukum dan menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu. PHI juga memerintahkan perusahaan yang berlokasi di Jl. Raya Narogong Km.26, Bekasi itu, untuk mempekerjakan kembali Indra dan Berry ditempat semula, yang apabila tidak dilakukan maka perusahaan diwajibkan membayar uang paksa sebesar Rp.170 ribu perhari.

“Mahkamah Agung berpendapat, terdapat cukup alasan untuk mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi: PT. NIPPRES. Tbk, tersebut dan membatalkan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Bandung Nomor 3/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Bdg tanggal 17 Mei 2017, selanjutnya Mahkamah Agung akan mengadili sendiri”, ujar Sudrajad membacakan Putusan No. 1230 K/Pdt.Sus-PHI/2017, Rabu (11/10/2017).

Sebelumnya, Indra dan Berry yang telah bekerja terhitung Januari 2010, keberatan dengan tindakan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh perusahaan dibidang manufaktur baterai (aki) mobil dan motor tempatnya bekerja pada April 2016. Keduanya menganggap, perjanjian kerja kontrak yang dibuat adalah batal demi hukum. Karena mereka dipekerjakan pada Departemen Produksi di bagian hierarcy pasting dan assembly. (-02)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of