Rabu, 18 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
566

MA Tegaskan Bagian Administrasi Tidak Dapat Dikontrak

Ilustrasi. (gambar diambil dari tiarautamalaundry.com)
Ilustrasi. (gambar diambil dari tiarautamalaundry.com)

Jakarta | Lagi, buruh kembali memenangkan perjuangan melawan sistem kerja kontrak. Warsita yang kesehariannya bekerja pada bagian administrasi (handmade) sejak Januari 2010, dinyatakan oleh Mahkamah Agung (MA) sebagai pekerja tetap, karena sifat pekerjaannya terus menerus, tidak terputus-putus, tidak dibatasi waktu dan merupakan bagian dari suatu proses produksi.

Dalam Putusan Kasasi No. 1045 K/Pdt.Sus-PHI/2017 tersebut, MA menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh tempat Warsita bekerja di PT. Tiara Utama Laundry, yang berlokasi di Gunung Putri, Bogor. Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang jasa pencucian pakaian, PT. Tiara berdalih pekerjaan yang ada di perusahaannya adalah pekerjaan yang sekali selesai karena berdasrkan order dari customer.

Perusahaan menyatakan, bahwa selama ini pekerjaan yang dikerjakan salah satunya berasal dari kontrak kerjasama dengan perusahaan lain, diantaranya PT. Daehan, PT. San-San, PT. MGL, dan PT. Young Star, dengan lamanya kerjasama antara 10 hari sampai 60 hari. Lebih lanjut menurut perusahaan, Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung No. 215/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Bdg tanggal 19 April 2017, yang menghukumnya untuk membayar uang pesangon kepada Warsita sebesar Rp.53,4 juta, adalah keliru karena perusahaan tidak pernah melakukan pemutusan hubungan kerja.

“Pekerjaan yang diberikan kepada Penggugat adalah jabatan hand made yang sifatnya terus menerus, tidak terputus-putus, tidak dibatasi waktu dan merupakan bagian dari suatu proses produksi dalam satu perusahaan atau pekerjaan yang bukan musiman, maka Perjanjian Kerja Waktu Tertentu antara Tergugat dengan Penggugat demi hukum berubah menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu”, ujar Hakim Agung Zahrul Rabain, Jum’at (29/9/2017).

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of