Sabtu, 23 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
390

Tak Terbukti Ada Kerugian, Buruh Pengupload Foto Ruang Produksi Berhak Pesangon

Ilustrasi.

Jakarta | Haryanto, buruh PT. Central Sarana Pancing yang diputuskan hubungan kerjanya secara sepihak sejak Oktober 2012, dinyatakan berhak atas uang pesangon sebesar dua kali ketentuan undang-undang, yang seluruhnya sebesar Rp.50 juta. Tindakan Haryanto yang memotret ruang produksi dan meng-uploadnya ke sosial media, tidak terbukti telah merugikan perusahaan yang mempekerjakannya selama 12 tahun lebih itu.

Majelis Hakim Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung (MA) yang diketuai oleh Maria Anna Samiyati, berdasarkan Putusan No. 40 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 menilai perbuatan Haryanto sulit dibuktikan kerugiannya. Sedangkan mengenai hubungan kerja keduanya, Maria berpendapat sudah tidak mungkin dapat dilanjutkan kembali karena sudah tidak harmonis lagi. “Bahwa hubungan kerja antara Pemohon Peninjauan Kembali dengan Termohon Peninjauan Kembali tidak mungkin dapat dilanjutkan karena hubungan kerja yang tidak harmonis lagi”, ujar Maria, Selasa (25/04/2017).

Dalam pertimbangan hukumnya, Maria juga membenarkan Putusan Kasasi MA yang telah lebih dahulu menghukum PT. Central membayar uang pesangon. “Putusan Judex Juris yang memberikan 2 (dua) kali uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak telah sesuai dengan ketentuan Pasal 156 Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan”, imbuh Maria.

Sebelumnya, MA dalam tingkat kasasi telah membatalkan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang No. 14/PHI.G/2013/PN.Srg tanggal 12 Nopember 2013, yang memerintahkan perusahaan yang berada di Jl. Raya Serang Km.12, Cikupa, Tangerang itu, untuk mempekerjakan kembali Haryanto, dan membayar upah selama tidak dipekerjakan sampai dengan putusan memiliki kekuatan hukum tetap.

Berdasarkan putusan kasasinya No. 408 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 16 September 2014, MA beralasan telah mempertimbangkan rasa keadilan bagi pekerja, bahwa jika pekerja melanjutkan hubungan kerja maka akan tercipta suasana yang tidak harmonis, karenanya MA berpendapat untuk memutuskan hubungan kerja pekerja, dengan disertai pemberian uang pesangon. (-02)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of