Type to search

Sekitar Kita

Polisi Tendang Pendemo, Seribuan Buruh Bogor Gelar Unjuk Rasa

Share

Oknum Polisi yang diduga melakukan tindakan kekerasan kepada salah satu pendemo buruh perempuan PT. Shin Han, Bogor. (foto diambil dari akun facebook
Herry Chommbiie)

Bogor | Sebanyak sembilan serikat pekerja yang tergabung dalam Forum Komunikasi Buruh Citeureup (FKBC), berencana akan menggelar aksi unjuk rasa, Rabu (31/1) besok di PT. Shin Han Indonesia, Jl. Raya Karanggan, Bogor. Unjuk rasa tersebut, setidaknya akan diikuti oleh lebih dari 1.200 orang buruh dari berbagai perusahaan di Citeureup yang tergabung pada Serikat Pekerja Nasional (SPN), Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SPKEP), serta serikat pekerja lainnya.

Rencananya para buruh akan memulai aksinya dengan longmarch dari PT. Indokordsa di Jalan Pahlawan menuju Kecamatan Citeureup dan berakhir di PT. Shin Han Indonesia. Tindakan tersebut terpaksa dilakukan oleh para buruh, setelah kawan-kawan buruh mereka yang sedang melakukan mogok kerja di PT. Shin Han tidak mencapai kesepakatan dengan pengusahanya. Buruh PT. Shin Han menuntut, agar perusahaan segera memberlakukan Upah Minimum Sektoral (UMS) Kabupaten Bogor Sektor III, dan menolak pemutusan hubungan kerja sepihak yang dilakukan oleh PT. Shin Han.

Selain ingin turut menyampaikan rasa empatinya terhadap mogok kerja yang sedang dilakukan buruh PT. Shin Han dan dimotori oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Seribuan orang buruh yang tergabung dalam FKBC, juga hendak menyampaikan protes atas perlakuan oknum Polisi yang menendang salah satu peserta aksi demo, yaitu seorang buruh perempuan PT. Shin Han. Apapun alasan yang menjadi penyebab terjadinya tindak kekerasan itu, para buruh memandang, Polisi yang merupakan pengayom dan pelindung masyarakat, tidak sepatutnya bertindak diluar batas kewajaran.

Peristiwa serupa pernah terjadi di Tangerang. Kala itu, Sekretaris Jenderal Gabungan Solidaritas Buruh Indonesia (GSBI) Emilia Yanti sedang menggelar aksi simpatik di Tugu Adipura, Kota Tangerang. Aksi tersebut kerap dilakukannya pada setiap hari Minggu, dengan memperlihatkan poster-poster protes terhadap tindakan PT. Panarub Dwi Karya yang memutuskan hubungan kerja ratusan pekerjanya secara sepihak. Tiba-tiba Yanti yang sedang meminta klarifikasi atas tindakan Satuan Polisi Pamong Praja yang membubarkan paksa aksi simpatik yang digelar Minggu (9/4/2017) lalu itu, mendapatkan tindakan fisik berupa tamparan di pipi Yanti oleh Kepala Satuan Intelejen Kepolisian Resor Tangerang. (Hak)

1 Comment

  1. Rada 31 Januari 2018

    Buruh disamakan dengan bola …. Memang tidak ada tempat untuk yang tidak berduit.

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *