Selasa, 16 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
376

Tak Terbukti Ada PHK, MA Kuatkan Putusan Bekerja Kembali

Demo buruh didepan gdung MA, Jakarta. (foto: rakyatmerdekaonline.com)

Jakarta | Pendapat Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan, yang memerintahkan CV. Morapack Andalan Sukses Bersama untuk mempekerjakan kembali Ketua Serikat Buruh Republik Indonesia Rahmat Al-Aziz, dibenarkan oleh Mahkamah Agung (MA). Dalam Putusan Kasasi Nomor 1145 K/Pdt.Sus-PHI/2017, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Agung Zahrul Rabain, menilai belum ada tindakan pemutusan hubungan kerja, sehingga putusan PHI Medan telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Penyebab perselisihan antara Rahmat dengan perusahaan yang berlokasi di Tanjung Morawa, Deli Serdang tersebut, adalah karena Rahmat menolak mutasi ke Medan terhitung sejak 26 Maret 2016. Ia beralasan, dirinya telah mengikuti kemauan pindah dari Surabaya ke Tanjung Morawa, dan juga mutasi tersebut tidak disertai dengan pemberian fasilitas uang pindah serta tempat tinggal. Rahmat menilai, tindakan mutasi terhadap dirinya, berkaitan dengan kegiatannya di serikat pekerja.

Dalam dalil gugatannya di PHI Medan, Rahmat mengaku sedang memperjuangkan hak-hak normatif anggotanya, diantaranya yaitu penyesuaian terhadap Upah Minimum Sektor Kabupaten (UMSK) Deli Serdang di tahun 2016. Terhadap hal tersebut, perusahaan sudah berjanji dan terikat dalam perjanjian tertulis, bahwa akan menyesuaikan pembayaran upah dengan besaran UMSK. Namun pada kenyataannya, menurut Rahmat, hingga bulan Maret 2016, perusahaan tak kunjung membayar upah sesuai UMSK.

Untuk itu, Rahmat meminta PHI Medan untuk menyatakan Surat Keputusan Mutasi terhadap dirinya, tidak sah dan batal demi hukum, serta mewajibkan perusahaan untuk membayar kekurangan upah atas selisih pembayaran upah yang sudah diberikan. Terhadap tuntutan tersebut, PHI Medan dalam Putusan Nomor 214/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.Mdn tanggal 13 April 2017, menyatakan surat mutasi yang diterbitkan perusahaan tidak sah dan menghukum perusahaan untuk mempekerjakan kembali Rahmat Al-Aziz, dengan disertai pembayaran kekurangan upah sebesar Rp.4,2 juta. (Haf)

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Barkah Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Barkah
Guest
Barkah

Alhamdulillah