Kamis, 19 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
896

Disuruh Buat Lamaran Kerja Baru, MA Tetap Nyatakan Status Pekerja Tetap

PT. Varia Niaga Nusantara . (foto: zahiracounting.com)
PT. Varia Niaga Nusantara. (foto: zahiracounting.com)

Jakarta | Tak terima diputuskan hubungan kerja tanpa memperoleh uang kompensasi pesangon, Yuni Hastuti memberanikan diri menggugat PT. Varia Niaga Nusantara ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya. Ia mendalilkan dirinya pertama kali bekerja sejak April 2007 dengan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) selama setahun.

Setiap tahun, perusahaan selalu memperpanjang perjanjian kontrak. Pada tahun 2013, Yuni disuruh untuk membuat lamaran kerja baru dan menanda-tangani surat pernyataan yang berisi tidak akan menuntut untuk dijadikan pekerja tetap, apabila ingin tetap melanjutkan hubungan kerja. Karena membutuhkan pekerjaan, Yuni akhirnya bersedia untuk membuat lamaran kerja baru dan menanda-tangani surat pernyataan.

Alih-alih tetap dipekerjakan, Yuni akhirnya diputuskan hubungan kerjanya pertanggal 6 Oktober 2015, dengan alasan kontrak kerjanya telah berakhir. Atas fakta hukum tersebut, PHI Surabaya dalam putusannya Nomor 11/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Sby tanggal 8 Juni 2017, menyatakan hubungan kerja antara Yuni dengan PT. Varia berubah demi hukum menjadi pekerja tetap, dan sekaligus menghukum perusahaan untuk mmebayar uang kompensasi pesangon sebesar 2 kali ketentuan undang-undang, yang seluruhnya sebesar Rp.37,2 juta.

Terhadap Putusan PHI Surabaya, perusahaan yang berlokasi di Gununggangsir, Pasuruan itu mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Dalam alasan kasasinya, perusahaan menganggap hubungan kerja dengan Yuni sudah berakhir dengan adanya surat pernyataan pengunduran diri. Dan dengan adanya lamaran kerja baru bertanggal 4 Oktober 2014, maka hubungan kerja dengan perusahaan hanya baru setahun, yaitu hingga Oktober 2015.

Selain itu, perusahaan juga beralasan, perubahan status dari pekerja kontrak menjadi pekerja tetap, haruslah didukung oleh Nota Pemeriksaan dari Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan, sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 7/PUU-XII/2014. Menanggapi alasan-alasan kasasi tersebut, Ketua Majelis Hakim MA Mahdi Soroinda Nasution, menilai putusan PHI Surabaya tidak salah dalam menerapkan hukum.

“Bahwa judex facti telah benar menerapkan ketentuan Pasal 59 ayat (1) huruf b, (5), (6) dan (7) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan karena pekerjaan lebih dari tiga tahun, perjanjian kerja waktu tertentu diperpanjang lebih dari satu kali dan pembaharuan perjanjian tidak ada jeda waktu tiga puluh hari, sehingga demi hukum perjanjian kerja waktu tertentu menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu”, ujar Hakim Mahdi.

Berdasarkan pertimbangan hukum tersebut, MA dalam Putusannya No. 1357 K/Pdt.Sus-PHI/2017, yang dibacakan oleh Hakim Mahdi dengaan didampingi Hakim Anggota Horadin Saragih dan Fauzan, Senin (27/11/2017), menyatakan menolak permohonan kasasi dari PT. Varia Niaga Nusantara. (Hak)

6
Leave a Reply

avatar
5 Comment threads
1 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
4 Comment authors
Muhammad AfandimarhansArdiBarkah Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Barkah
Guest
Barkah

Alhamdulillah.
Semoga dgn adanya putusan MA ini akan lebih banyak perusahaan dan pekerja yg mengetahui adanya putusan ini. Dan selanjutnya akan berkurang praktek yg tidak memenuhi ketentuan pasal 59 UU 13/2003.
Aamiin Ya Rabbal’alamin

Salam;
Barkah

Ardi
Guest

Artikel menarik, apalagi klo sudah di komentari Pak Barkah jadi lebih percaya diri dalam menangani kasus Perburuhan

Salam,
Ardi

marhans
Guest
marhans

Senang dan menggembirakan.
Lama sudah keputusan ini dinanti.
Laksana menunggu air ditengah gurun.
Semoga keputusan ini bisa membuat semakin semangat bekerja dan bagi perusahaan yang ‘melawan’ arus ketentuan pasal 59 semoga segera tersadar.
aamiiin…

marhans
Guest
marhans

Senang dan menggembirakan.
Lama sudah keputusan ini dinanti.
Laksana menunggu air ditengah gurun.
Semoga keputusan ini bisa membuat semakin semangat bekerja dan bagi perusahaan yang ‘melawan’ arus ketentuan pasal 59 semoga segera tersadar.
aamiiin…

salam,
Marhans

marhans
Guest
marhans

senang dan menggemberikan.
semoga berita ini membuat pekerja semakin semangat bekerja dan bagi perusahaan yang dalam praktek masih ‘melawan’ arus ketentuan pasal 59 semoga segera menyadari dan balik kanan.

salam,
Marhans

Muhammad Afandi
Guest
Muhammad Afandi

Izin share ya pak.