Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
651

Dibalik Dikabulkannya Permohonan Kewajiban Pembayaran Utang Buruh Pabrik Paku di Bekasi

Gedung PN Jakarta Pusat. (foto: kabar24.bisnis.com)
Gedung PN Jakarta Pusat. (foto: kabar24.bisnis.com)

Jakarta | Wieng Panuwun sempat terkaget-kaget bahkan hampir tidak percaya, ketika mendengar uang pesangonnya telah dibayarkan oleh PT. Harapan Sukses Jaya ke Pengurus Serikat Pekerjanya dihadapan Panitera Muda Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung tanggal 8 Maret 2018, melalui 3 (tiga) lembar cek Bank BCA tanggal 9, 13 dan 15 Maret 2018 dengan masing-masing nilai yang dapat dicairkan pada tanggal tersebut sebesar Rp.300 juta atau seluruhnya genap berjumlah Rp.900 juta.

Kabar tersebut didapat Wieng, setelah PT. Harapan Sukses Jaya menyampaikan bukti pembayaran pada sidang Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Senin (12/3) lalu. Melalui kuasa hukumnya, PT. HSJ menyampaikan bukti berita acara penyerahan cek sebagai pelaksanaan Putusan Mahkamah Agung dalam Peninjauan Kembali No. 116 PK/Pdt.Sus-PHI/2016 tanggal 30 Nopember 2016.

Dalam Putusan PK tersebut, PT. HSJ diwajibkan membayar uang pesangon hampir sebesar Rp.1,2 miliar, untuk 50 orang mantan pekerja PT. HSJ termasuk didalamnya Wieng, dkk sebanyak 11 orang. Semula dalam sidang teguran (aanmaning) di PHI Bandung tanggal 11 Oktober 2017, PT. HSJ menyatakan ketidak-mampuannya membayar seluruh hak pesangon Wieng, dkk secara sekaligus tetapi akan mencicilnya sebesar Rp.30 juta perbulan. Tawaran perusahaan tersebut, ditolak. Karena Wieng merasa telah mendapatkan ketidak-adilan sejak diputuskan hubungan kerjanya secara sepihak pada tahun 2015.

Wieng yang tak pernah merasa menerima uang sepeserpun sebagai kompensasi pesangon dari PT. HSJ tersebut, mengajukan protes di ruang sidang Pengadilan Niaga, Selasa (12/3). Ia meminta Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Abdul Kohar, untuk tetap menghukum PT. HSJ membayar uang pesangon dirinya dan seluruh kawan-kawannya sesuai dengan Putusan PK Mahkamah Agung sebesar hampir Rp.1,2 milir, bukan hanya Rp.900 juta.

Terhadap pernyataan Wieng, dkk tersebut, akhirnya Kamis (15/3) melalui Putusan No. 22/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN.Niaga. Jkt.Pst, perusahaan produsen paku tersebut dinyatakan dalam keadaan PKPU Sementara untuk 42 hari kedepan. Dan menetapkan Tim Pengurus PKPU, Anthony LP Hutapea dari Kantor Hukum Hotman Paris & Partners, untuk menyelesaikan pembayaran uang pesangon mantan pekerja PT. HSJ beserta seluruh utang yang dimiliki PT. HSJ terhadap pihak lain. (Yul)

2
Leave a Reply

avatar
2 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
Lorong PabrikBarkah Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Barkah
Guest
Barkah

Alhamdulillah….

Lorong Pabrik
Guest

Mantap! Akhirnya Pesangon bisa dibayarkan