Type to search

Berita

Hadiri Pernikahan Adik Dianggap Mengundurkan Diri, MA Kuatkan Putusan Pengadilan

Share

Masih dalam masa sukacita pasca menghadiri pernikahan adiknya selama empat hari, na’as bagi Iwan Ardiyansyah, lantaran mendapatkan kabar pemutusan hubungan kerja terhadap dirinya dengan alasan mangkir.

Ilustrasi.

Jakarta | Tak habis pikir bagi Iwan yang telah bekerja selama kurun waktu lebih dari 3 tahun, yang diputuskan hubungan kerjanya oleh CV. Crystal Lestari secara sepihak sejak 18 Juli 2016, dengan alasan telah tidak masuk bekerja (mangkir) selama 4 (empat) hari berturut-turut pada tanggal 13, 14, 15 dan 16 Juli 2016.

Pasalnya menurut Iwan, ia telah mengajukan ijin untuk menghadiri pernikahan adik perempuannya. Sehingga terhadap pemutusan hubungan kerja tersebut, ia meminta Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Palembang, untuk menghukum perusahaan membayar uang pesangon sebesar Rp.27,7 juta, dan kekurangan upah tahun 2015 serta 2016 sebesar Rp.31,7 juta.

Terhadap tuntutan Iwan, PHI Palembang dalam amar putusannya No. 41/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Plg tanggal 17 Oktober 2017, mengabulkan gugatan Iwan untuk sebagian. CV. Crystal Lestari dinyatakan bersalah telah melakukan pemutusan hubungan kerja secara tidak prosedural, dan menghukum perusahaan untuk membayar uang pesangon kepada Iwan sebesar Rp.26,6 juta.

Tak terima dengan Putusan PHI Palembang, perusahaan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Dalam permintaannya, CV. Crystal Lestari memohon agar Majelis Hakim MA pada tingkat kasasi, dapat menyatakan surat pemutusan hubungan kerja yang ditujukan kepada Iwan Ardiyansyah sah menurut hukum.

Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Agung Ibrahim, Rabu (28/2), menegaskan adanya alasan yang dapat diterima atas ketidak-hadiran Iwan melakukan pekerjaan seperti biasa, yaitu menghadiri pernikahan adiknya. Sehingga terhadap fakta hukum tersebut, pemutusan hubungan kerja terhadap Iwan, tidak bisa didasarkan karena mangkir dan dianggap mengundurkan diri.

“Mengadili. Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi CV. Crystal Lestari tersebut”, ujar Ibrahim membacakan amar Putusan No. 120 K/Pdt.Sus-PHI/2018, yang didampingi dua Hakim Ad-Hoc Hubungan Industrial Dwi Tjahjo Soewarsono dan Fauzan. (Yul)

1 Comment

  1. Barkah 20 April 2018

    Alhamdulillah, semoga para praktisi HR lebih paham ketentuan peraturan perUUan dan tidak lagi mendasarkan opini/pendapat yg memaksakan kehendaknya yg tidak sesuai dgn maksud pembuat UU.

    Salam,
    Barkah

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *