Kamis, 18 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
16.219

Lagi, Buruh Digugat Pengusaha Karena Mogok Kerja

Bandung | Tindakan protes 54 orang pekerja menuntut transparansi pembagian THR, berujung gugatan ganti rugi sebesar 13,79 miliar. Aksi para sopir dan kernet PT. Metro Tara yang terjadi pada 17 Juni 2017 lalu itu, dianggap telah merugikan perusahaan hingga bergulir di Pengadilan Negeri Bandung.

Perusahaan yang melayani jasa transportasi dan distribusi pengiriman barang tersebut, mengkualifikasikan aksi protes pekerjanya sebagai mogok kerja tidak sah. Sehingga tindakan puluhan anggota Serikat Buruh Militan (Sebumi) yang beraffiliasi dengan Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) itu, menjadi dasar untuk mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum dengan register perkara No. 62/Pdt.G/2018/PN.Bdg.

Melalui surat gugatan yang didaftarkan pada 9 Februari lalu oleh Kuasa Hukumnya Benny Wulur, PT. Metro Tara menggugat Aang Sujono, dkk (54 orang). Dalam petitumnya, Pengadilan Negeri Bandung diminta untuk menyatakan seluruh harta benda milik 54 orang pekerjanya tersebut, sebagai sita jaminan, apabila tuntutan ganti rugi tidak dapat dipenuhi.

Gugatan terhadap buruh yang melakukan mogok kerja, juga pernah terjadi 17 tahun silam. Kala itu, PT. Swadharma Kerry Satya (Hotel Shangri-la) menggugat pekerjanya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dengan nilai tuntutan sebesar Rp.80 miliar. Aksi mogok kerja tersebut, dipicu lantaran adanya tindakan perusahaan yang melakukan skorsing menuju pemutusan hubungan kerja terhadap Ketua Serikat Pekerja.

Tindakan serupa dialami pekerja PT. Katexindo Citramandiri yang digugat oleh perusahaannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena mogok kerja. Bukan hanya Shangri-la dan Katexindo, produsen pabrik ban di Bogor juga pernah menggugat mantan pekerjanya sebesar Rp.5,4 miliar ke Pengadilan Negeri Cibinong, Bogor, lantaran perusahaan tersebut digugat ke Pengadilan Hubungan Industrial. (Hak)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of