Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
337

Manager Garmen Uji Syarat Sakit Dalam UU Ketenagakerjaan

Tidak adanya kewajiban memberikan bukti rekam medis dari kedokteran sebagai syarat pemutusan hubungan kerja, karena pekerja mengalami sakit berkepanjangan atau cacat akibat kecelakaan, dan tidak dapat melakukan pekerjaan, diuji materi oleh jajaran managemen pabrik garmen di Sukabumi itu ke Mahkamah Konstitusi.

Gedung Mahkamah Konstitusi.

Jakarta | Dinilai tidak memberikan rasa keadilan, Manager dan HRD PT. Manito World yang beralamat di Jl. Siliwangi, Cicurug, Sukabumi mengajukan uji materi Pasal 172 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Menurut Song Young Seok yang menjadi salah satu dari empat Pemohon, pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja yang sakit berkepanjangan atau mengalami cacat akibat kecelakaan, hanya dapat dikabulkan apabila disertai dengan bukti rekam medis dari kedokteran.

Pasal 172 UU Ketenagakerjaan menyatakan : “Pekerja/buruh mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui batas 12 (dua belas) bulan dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja dan diberikan uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), Uang penghargaan masa kerja 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (4)”.

Song juga beralasan, ketiadaan bukti rekam medis dari kedokteran yang sifatnya rahasia tersebut, sangat mungkin dimanfaatkan pekerja untuk mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja dengan alasan tidak dapat melakukan pekerjaan karena sakit berkepanjangan atau mengalami cacat akibat kecelakaan. Keadaan demikian akan menimbulkan kewajiban bagi pengusaha untuk memberikan uang pesangon yang besarnya dua kali ketentuan perunang-undangan, hingga dapat menyebabkan buruknya kondisi keuangan perusahaan dan menjadi bangkrut akibat dampak keberlakuan norma Pasal 172 UU Ketenagakerjaan.

Dalam permohonan yang diregister oleh Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 1777/PAN.MK/2018 tanggal 25 April 2018, Song Young Seok selaku General Manager menginginkan agar Pasal 172 UU Ketenagakerjaan, ditambahkan frasa memberikan bukti rekam medis dari kedokteran, sehingga secara lengkap berbunyi: Pekerja/buruh mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat kecelakaan kerja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui batas 12 (dua belas) bulan dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja dan sekaligus memberikan bukti rekam medis dari kedokteran. (Haf)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of