Type to search

Berita

Enggan Bekerja Kembali, Ayah Pekerja Ajukan Keberatan ke Mahkamah Agung

Share

Bekerja merupakan impian setiap orang, tapi tidak semuanya berkeinginan bekerja kembali setelah diputuskan hubungan kerjanya secara sepihak oleh pengusaha.

Gedung Mahkamah Agung, Jakarta.

Jakarta | Melalui perantaraan kuasa insidentil ayahnya, Nira Arsiany Putri mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung (MA), atas putusan bekerja kembali yang telah dijatuhkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang. Selaku ayah dari Nira, Floyd F Latumenten meminta MA membatalkan Putusan PHI Serang No. 64/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Srg yang dibacakan pada 5 September 2017 lalu itu.

Meski tak diketahui secara pasti, alasan Floyd meminta pembatalan Putusan PHI. Namun dalam tuntutannya kepada Majelis Hakim MA, ia memohon agar hubungan kerja anaknya dengan PT. Asjaya Mukti Graha dinyatakan putus, dan menetapkan besaran uang pesangon, uang penghargaan masa kerja serta penggantian hak sebesar Rp.53,5 juta. Tuntutan tersebut, juga termasuk sisa masa kontrak dan selisih pembayaran upah lembur.

Padahal, PHI Serang tak hanya memerintahkan PT. Asjaya mempekerjakan kembali Nira pada jabatan dan posisi semula, tetapi juga menghukum perusahaan yang berada di Cisoka, Kab. Tangerang itu, untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp.131 ribu setiap harinya apabila Nira belum dipekerjakan kembali oleh Asjaya, sesuai dengan gugatan yang diajukan awal di PHI Serang.

Terhadap keinginan Nira, Hakim Agung Sudrajad Dimyati menolak permohonan kasasi tersebut. Dimyati beralasan, Putusan PHI Serang telah tidak salah dalam menerapkan hukum dengan memutuskan hubungan kerja kembali keduanya tetap berlanjut terhitung sejak 22 Februari 2016. Dimyati melalui Putusan No. 1442 K/Pdt.Sus-PHI/2017 yang dibacakan Rabu (24/1/2018) juga menilai, keinginan Nira yang meminta hubungan kerjanya dengan PT. Asjaya berakhir, telah menyimpang dari gugatan asalnya yang meminta dipekerjakan kembali.

“Memori kasasi dari Penggugat sudah meyimpang dari gugatan asal, dimana pada gugatan asal Penggugat menuntut untuk dipekerjakan kembali dan sudah dikabulkan oleh Judex Facti, namun pada memori kasasi, justru sebaliknya yaitu Penggugat minta untuk di PHK, hal tersebut tidak dapat dibenarkan, sehingga permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi harus ditolak”, ujar Dimyati. (Haf)

Hits: 0

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *