Kamis, 18 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
318

Hindari Politisasi di Perayaan May Day, Bawaslu Imbau Buruh Bersikap Netral

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) akan menindak-tegas bagi peserta perayaan hari Buruh Se-Dunia (May Day), Selasa (1/5) hari ini, yang melakukan kampanye salah satu bakal calon peserta Pemilu.

Jakarta | Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja, meminta kepada buruh yang akan mengikuti perayaan May Day, untuk tidak menggunakan atribut yang berbau kampanye salah satu pasangan calon Presiden pada Pemilu 2019 nanti. Semisal, menggunakan kaos yang bertuliskan tagar #2019GantiPresiden atau #2019TetapJokowi, tegasnya.

Menurut Bagja, jangan sampai makna kebebasan berekspresi pada perayaan May Day sebagai simbol perjuangan kaum buruh, menjadi ajang politik praktis. “Kebebasan berekspresi pada May Day harus jauh dari nuansa politik 2019. Jangan percepat Pemilu 2019 di 2018”, ungkapnya, Senin (30/4) kemarin di Jakarta.

Selain atribut kaos yang bertuliskan tagar #2019GantiPresiden atau #2019TetapJokowi, Bagja juga berpesan, buruh tidak menggunakan perlengkapan lain yang mengundang citra diri peserta Pemilu, seperti lambang atau logo parpol maupun program yang ditonjolkan dan lain-lain. “Kami berharap tidak bertemu antara buruh yang mau ganti presiden dengan buruh yang mau tetap presiden”, lanjutnya.

Bagja juga menegaskan, jika sampai ada buruh yang menyuarakan yel-yel salah satu partai peserta pemilu 2019, akan langsung dicegah. “Itu sudah pelanggaran, sebab partai sudah menjadi peserta pemilu”. (Hak)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of