Type to search

Berita

Tiga Tahun Dipekerjakan Harian Lepas, MA: Tak Bisa Lagi Jadi Pekerja Kontrak

Share

Penyimpangan terhadap penerapan perjanjian kerja harian lepas, bukan berarti hubungan kerja dapat dilanjutkan dengan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak).

Ilustrasi.

Jakarta | Ketua Majelis Hakim Mahkamah Agung Ibrahim, Kamis (29/3/2018) menyatakan perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang dibuat pada tahun 2016 oleh PT. Jaya Abadi Matahari Indonesia dengan Sadini dan kawan-kawan, berubah menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu (tetap) terhitung sejak kesebelas pekerja pabrik di Tangerang itu dipekerjakan sebagai pekerja harian lepas selama lebih dari 3 (tiga) tahun.

Ibrahim mendasarkan pertimbangan hukumnya pada Pasal 10 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 100 Tahun 2004. Dalam aturan tersebut, perusahaan hanya boleh mempekerjakan pekerja dengan perjanjian harian lepas tidak boleh lebih dari 21 hari setiap bulannya, dan paling lama hanya 3 (tiga) bulan. Sehingga Ibrahim berkeyakinan, perjanjian harian lepas yang dibuat oleh PT. Jaya Abadi demi hukum menjadi perjanjian kerja pekerja tetap.

Dalam Putusan Nomor 294 K/Pdt.Sus-PHI/2018, Ibrahim juga menegaskan, akibat dari penyimpangan perjanjian kerja harian lepas, maka PT. Jaya Abadi tidak bisa lagi melanjutkan hubungan kerja dengan Sadini, dkk menggunakan perjanjian kerja kontrak. “Status hubungan kerjanya dengan Tergugat berubah menjadi karyawan tetap dan tidak bisa berubah lagi menjadi karyawan kontrak walaupun Tergugat mendalilkan bahwa Para Penggugat telah menandatangani PKWT pada tahun 2016 sehingga status hubungan kerja Para Penggugat dengan Tergugat berubah menjadi karyawan tetap”, ujarnya.

Terhadap pertimbangan hukum tersebut, Ibrahim menyatakan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang, yang sebelumnya telah mengabulkan gugatan Sadini, dkk, telah benar dalam menerapkan hukum. PT. Jaya Abadi berkewajiban secara hukum untuk mempekerjakan kembali Sadini, dkk sebagai pekerja tetap dengan masa kerja yang dihitung sejak awal bekerja pada jabatan dan tempat bekerja semula.

Tak hanya itu, meskipun tidak seluruhnya gugatan Sadini, dkk dikabulkan khususnya upah selama proses sebesar Rp.359 juta, tetapi setidaknya PHI Serang dalam amar putusannya No. 103/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Srg yang dibacakan pada 9 Oktober 2017, telah menjatuhkan hukuman kepada perusahaan yang berkedudukan di Cikupa, Tangerang tersebut, untuk membayar upah kesebelas pekerjanya, sebesar Rp.71,9 juta. (Hak)

Hits: 36

2 Comments

  1. Barkah 4 Juni 2018

    Sepemahaman dgn pertimbangan hukum hakim PHI dan MA.
    Karena PHL bagian dari PKWT yg jangka waktunya paling lama adalah 3 (tiga) tahun.

    Salam,
    Barkah

    Balas
  2. Nasihun amin 10 Desember 2018

    Jika pekerja harian lepas sudah bekerja lebih dari 5 tahun,namun perusahaan tidak ada kejelasan/perjanjian apakah saya secara hukum sudah menjadi karyawan tetap?mohon pencerahanny?

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up