Rabu, 23 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.048

Diberhentikan, Pemilik Kafe Dituntut Ganti Rugi Hingga Komisi Melayani Tamu

Setiap pengakhiran perjanjian kontrak yang tidak sesuai dengan waktu yang telah disepakati tanpa alasan yang dibenarkan oleh ketentuan perundang-undangan, berakibat pada kewajiban pihak yang mengakhiri untuk membayar ganti rugi.

Ilustrasi.

Jakarta | Bagi Sariyani Beti bukannya tanpa alasan menggugat Miliana Mallarangan, Pemilik Cafe D’Luxe yang beralamat di Jayapura Selatan. Ia yang bertempat tinggal di Sawah Besar, Jakarta Pusat terpaksa mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jayapura, hanya untuk menuntut pembayaran ganti rugi, komisi melayani tamu, dan biaya ongkos pulang dari Jayapura ke Jakarta.

Selain itu, Beti di dalam surat gugatannya yang diregister dengan Perkara Nomor 3/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Jap, juga menuntut kerugian moril akibat pemutusan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) secara sepihak, sebesar Rp.90 juta ditambah biaya jasa pengacara sebesar Rp.20 juta. Sehingga total ganti kerugian yang ia ajukan terhadap Miliana adalah sebesar Rp.144,4 juta.

Hakim Agung Sudrajat Dimyati menilai Beti berhak untuk mewakili 7 (tujuh) orang dancer yang pada mulanya dipekerjakan oleh Miliana di kafe miliknya. “Bahwa walaupun para dancer tidak memberikan kuasa dalam menyelesaikan perselisihan hak, namun Penggugat sejak adanya perjanjian kontrak kerja telah bertindak selaku pihak yang membuat dan menandatangani perjanjian dengan Tergugat,” ujar Dimyati, Rabu (24/1/2018) lalu.

Lebih lanjut Dimyati mengatakan, Miliana telah ternyata tidak memenuhi isi kontrak kerja yang dibuatnya dengan Beti. Atas pertimbangan tersebut, Dimyati sependapat dengan Putusan PHI Jayapura yang sebelumnya telah menghukum Miliana membayar ganti rugi berupa gaji sebesar Rp.36,4 juta. Tak hanya itu, Beti juga dianggap berhak untuk mendapatkan komisi dari penjualan LD dan biaya laundry sebesar Rp.2,2 juta.

“Bahwa ternyata Tergugat tidak memenuhi isi perjanjian kontrak kerja sehingga tepat menghukum Tergugat memenuhi kewajiban sejumlah uang kepada Penggugat sesuai isi Perjanjian a quo,” terang Dimyati membacakan Putusan No. 30 K/Pdt.Sus-PHI/2018 didampingi Hakim Agung Horadin Saragih dan Fauzan. (Hak)

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
barkah Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
barkah
Guest
barkah

Alhamdulillah
Ada pembelajaran untuk kesekian kalinya bagi pihak yg tidak tunduk pada isi perjanjian kerja.

Terima kasih, Hafidz.

Salam,
Barkah