Type to search

Berita

Meninggal Dunia Setelah Lebaran, Hakim Wajibkan Perusahaan Bayar THR

Share

Hakim tetapkan hak-hak alm. Mudakir yang harus diterima oleh ahli warisnya, diantaranya berupa Tunjangan Hari Raya Tahun 2016 yang belum diberikan oleh Perusahaan.

Ilustrasi.

Jakarta | Keinginan PT. Widodo Lintas Samudra yang meminta agar Mahkamah Agung (MA) menolak gugatan Mamah Arumah dan Ayu Isnaeni selaku ahli waris dari alm. Mudakir, kandas. Hakim Agung Sudrajad Dimyati berpendapat, antara almarhum dengan perusahaan yang berlokasi di Kesambi Dalam, Kota Cirebon itu, terdapat hubungan kerja.

Sebagai sopir, almarhum telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam Pasal 1 angka 15 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 sebagai pekerja. Lantaran yang memberikan upah, perintah dan pekerja adalah PT. Widodo, meskipun tidak pernah ada bukti perjanjian kerja tertulis. Sehingga, Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung yang menghukum perusahaan membayar uang pesangon kepada ahli waris alm. Mudakir sebagai akibat dari putusnya hubungan kerja karena meninggal dunia, telah beralasan menurut hukum.

“Bahwa dalam hal Pekerja meninggal dunia maka berdasarkan ketentuan Pasal 166 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, ahli warisnya berhak atas uang kompensasi pemutusan hubungan kerja berupa 2 kali uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak dan upah sampai dengan pekerja meninggal dunia,” ujar Dimyati membacakan pertimbangan hukum dalam Putusan Nomor 188 K/Pdt.Sus-PHI/2018, Rabu (7/3/2018).

Tak hanya pesangon, faktanya almarhum sebelum meninggal dunia pada tanggal 13 Agustus 2016, juga belum diberikan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2016. Padahal, penetapan hari raya idul fitri jatuh pada tanggal 6 Juli 2016. Terhadap fakta hukum tersebut, menurut Dimyati, beralasan menurut hukum untuk mengabulkan gugatan ahli waris almarhum sepanjang tuntutan pembayaran THR Tahun 2016, selain uang pesangon yang telah ditetapkan sebelumnya oleh PHI melalui Putusan Nomor 162/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Bdg, sejumlah Rp.22.2 juta. (Yul)

Hits: 0

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up