Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
982

Perusahaan Outsourcing Lain Tidak Ikut Digugat, Gugatan Pencatat Meteran Listrik Tidak Diterima

Ilustrasi. (foto: payfaz.com)

Dengan dalih kurang pihak, gugatan kedua mantan pekerja pencatat meteran listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN), tidak dapat diterima.

Ilustrasi. (foto: payfaz.com)

Medan | Merasa telah bekerja selama hampir 22 tahun lebih, Yafiz Zulkarnain Nasution (42) dan Lis Putriana Siregar (39) tidak dapat menerima pemutusan hubungan kerja terhitung sejak 30 Juni 2017 yang dilakukan oleh PT. Reza Fiska Pratama selaku perusahaan penyedia jasa pekerja yang menjadi perusahaan rekanan PT. Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN).

Keduanya beralasan, bahwa sejak bekerja pada tahun 1986 telah bertugas mencatat meteran listrik milik PLN yang ditempatkan oleh CV. Padat Karya hingga tahun 2003. Kemudian selanjutnya, Yafiz dan Lis beralih hubungan kerja dengan PT. Citra Contrac, dan kembali melanjutkan hubungan kerja pada tahun 2006 dengan PT. Reza Fiska Pratama yang semula bernama CV. Padat Karya.

Dalam surat gugatan yang diajukan terhadap PT. Reza Fiska Pratama sebagai Tergugat I dan PT. PLN sebagai Tergugat II, Yafiz dan Lis menyebutkan telah melakukan upaya mediasi di Dinas Tenaga Kerja Kota Medan, dan pada tanggal 7 Juli 2017 menganjurkan agar PT. PLN memberikan keduanya uang kompensasi pesangon sebesar lebih dari Rp145 juta. Namun terhadap anjuran tersebut, PT. PLN tidak menjalankannya.

Menanggapi gugatan kedua mantan petugas pencatat meteran itu, PT. PLN membenarkan adanya pekerjaan yang dilakukan oleh Yafiz dan Lis. Tetapi hubungan kerja keduanya bukanlah dengan PT. PLN, tetapi dengan perusahaan penyedia jasa pekerja, yaitu PT. Reza Fiska Pratama, yang pada akhir Juni 2017 mengakhiri hubungan kerja dengan 199 orang, termasuk Yafiz dan Lis Putriana.

Menurut PT. PLN, keduanya setelah diputuskan hubungan kerja oleh PT. Reza telah direkrut dan bekerja dengan PT. Sanobar Gunajaya, dan ditempatkan kembali sebagai pencatat meteran listrik milik PT. PLN. Sehingga, kewajiban PT. PLN untuk tetap mempekerjakan keduanya meskipun terjadi pengalihan hubungan kerja dari perusahaan outsourcing PT. Reza ke PT. Sanobar, telah terpenuhi sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 19 Tahun 2012.

Terhadap peristiwa tersebut, Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan menilai, apakah penyerahan sebagian pekerjaan yang dilakukan oleh PT. PLN kepada perusahaan-perusahaan outsourcing, telah sesuai dengan hukum ketenagakerjaan. Namun oleh karena, gugatan yang diajukan oleh Yafiz dan Lis Putriana hanya ditujukan kepada PT. Reza dan PT. PLN, tanpa menarik perusahaan outsourcing lain dianggap gugatan kurang pihak.

“Menimbang, bahwa oleh karena para Penggugat tidak menjadikan atau menarik PT. Sanobar Gunajaya, CV. Padat Karya, PT. Citra Contrac sebagai pihak yang digugat, maka gugatan ini menjadi kurang pihak (plurium litis consortium), sehingga Majelis Hakim berpendapat gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima,” ujar Hakim Masrul membacakan Putusan dalam perkara Nomor 78/Pdt.Sus-PHI/2018/PN.Mdn, Rabu (16/05/2018). (Haf)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of