Rabu, 20 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
1.024

Status BBM Jadi Penyebab PHK, Pengadilan Tolak Tuntutan Pengembalian Ijazah

Ilustrasi. (foto: goriau.com)

Lantaran diputuskan hubungan kerja secara sepihak, dua orang pekerja salon meminta kepada pengadilan untuk memerintahkan pengembalian ijazah yang ditahan pengusahanya selama bekerja.

Ilustrasi. (foto: goriau.com)

Yogyakarta | Kritik Theresia Isworowati dan Desniati Munawaroh melalui status Blackberry Messenger (BBM) terhadap pemberian upah yang urung diberikan oleh pemilik tempat mereka bekerja karena jatuh pada hari libur resmi, akhirnya berujung pada pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh pengusaha salon kecantikan di Gondokusuman, Yogyakarta.

Keduanya tak mengira, jika status BBM yang diunggahnya pada tanggal 1 Mei 2017, berisi keluhan atas tindakan pimpinan perusahaannya yang ingin pekerjanya tertib bekerja tetapi tidak diiringi dengan tertib dalam pemberian upah. “Pimpinan tidak tertib terkait gaji, pada tanggal 1 itu kan libur tidak ada kepastian (gaji). Pemilik melihat (status), melalui stafnya penggugat diberhentikan pada Mei 2017,” papar Kinardi, Pengurus Serikat Pekerja yang mendampingi keduanya.

Terhadap tindakan pemutusan hubungan kerja secara sepihak tersebut, Theresia dan Desniati akhirnya mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Yogyakarta, setelah tak berhasil mencapai kesepakatan di Dinas Tenaga Kerja. Dalam surat gugatan yang didaftarkan pada Januari 2018 lalu, selain menuntut pemberian pesangon dan upah selama tidak dipekerjakan, keduanya juga meminta agar Hakim memerintahkan pengembalian ijazah yang selama bekerja ditahan oleh Pemilik New Topsy Salon.

Namun, Kinardi mengaku, tidak semuanya dikabulkan oleh Majelis Hakim. “Tidak semua yang kita gugat dikabulkan majelis yang dikabulkan hanya persoalan pesangon sebesar Rp.13 juta. Satu tuntutan kami, penahanan ijazah belum dikabulkan,” ujarnya, Selasa (26/6) kemarin. Lebih lanjut ia mengatakan, “Disampaikan majelis harus ada upaya hukum lain bukan kewenangan pengadilan industrial itu. Karena tanpa ada perjanjian kesepakatan pihak pengusaha ini menahan dan mengalihkan ijazah penggugat ke orang lain tanpa sepengetahuan pihak penggugat”.

Atas pertimbangan hukum tersebut, Kinardi tidak menyerah begitu saja. Ia akan segera membuat laporan polisi terkait dengan penggelapan dua ijazah milik Theresia dan Desniati. Pasalnya, ternyata ijazah-ijazah yang sebelumnya diserahkan kepada pemilik salon dipindahtangankan ke perusahaan lain, karena keduanya dianggap punya masalah utang piutang dengan pihak lain tersebut. (Haf)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of