Type to search

Berita

Agar Dapat Dieksekusi, MA Ubah Amar Putusan Menjadi Menghukum

Share

Untuk dapat dilaksanakan dengan sempurna, maka amar putusan pengadilan yang hanya mengabulkan gugatan untuk membayar diubah menjadi menghukum untuk membayar.

Ilustrasi. (foto: merdeka.com)

Jakarta | Mahkamah Agung (MA) memutuskan untuk mengubah amar Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang, yang berbunyi: Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk membayar secara tunai kompensasi PHK Para Tergugat sebesar total Rp1.443.737.497,00,00 (satu milyar empat ratus empat puluh tiga juta tujuh ratus tiga puluh tujuh ribu empat ratus sembilan puluh tujuh rupiah).

Menurut Majelis Hakim Agung yang dipimpin oleh Hakim Sudrajad Dimyati, Mahkamah perlu memperbaiki amar Putusan PHI Serang Nomor 49/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Srg tanggal 14 Agustus 2017 tersebut, agar dapat di-eksekusi. “Perlu perbaikan Amar dalam pokok perkara angka 3 (tiga) agar dapat dieksekusi menjadi Menghukum Penggugat,” ujar Dimyati, Senin (20/11/2017) lalu.

Dalam praktek hukum acara di Pengadilan, amar putusan yang ditinjau dari sifatnya terbagi menjadi 3 (tiga). Yaitu diantaranya putusan declaratoir, constitutief, dan condemnatoir. Putusan declaratoir biasanya dalam bentuk pernyataan hakim yang merupakan penjelasan atau penetapan tentang suatu hak atau title yang dicantumkan dalam amar putusan. Sedangkan putusan constitutief bersifat memastikan suatu keadaan hukum, baik yang bersifat meniadakan suatu keadaan hukum maupun yang menimbulkan keadaan hukum baru. Dan putusan condemnatoir adalah putusan yang menghukum salah satu pihak yang berperkara.

Dalam perkara antara Ir. Sambiono sebagai Direktur CV. Samson Jayaraya melawan Darmanto, dkk (28 orang) itu, PHI Serang dianggap tidak tepat dalam menjatuhkan amar putusan yang hanya menyatakan, mengabulkan gugatan Penggugat untuk membayar secara tunai kompensasi PHK para Tergugat. Amar tersebut dianggap bersifat declaratoir yang dapat menimbulkan keraguan proses pelaksanaannya (eksekusi).

Bentuk amar putusan PHI tersebut, diduga berawal dari bentuk petitum CV. Samson selaku Penggugat yang meminta PHI Serang menerbitkan Putusan yang berbunyi: ‘Mengabulkan bahwa Penggugat hanya mampu untuk menyelesaikan secara kekeluargaan dan itikat baik dengan cara mengganti hak para Tergugat berupa uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang pergantian kak’. Atas bentuk petitum itu, akhirnya PHI menyatakan, mengabulkan gugatan CV. Samson untuk membayar secara tunai kompensasi PHK Darmanto, dkk.

Terhadap bentuk petitum PHI Serang itu, MA tidak sependapat. Sehingga dalam amar Putusan Kasasi Nomor 1383 K/Pdt.Sus-PHI/2017, MA memperbaiki amar Putusan PHI Serang dengan amar putusan yang bersifat condemnatoir. “Menghukum Penggugat untuk membayar secara tunai kompensasi PHK Para Tergugat sebesar total Rp1.443.737.497,00,00 (satu milyar empat ratus empat puluh tiga juta tujuh ratus tiga puluh tujuh ribu empat ratus sembilan puluh tujuh rupiah)”, ucap Dimyati. (Haf)

Hits: 30

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *