Minggu, 15 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
2.652

Ingin Bantu TKI, Praktisi Hukum Berjuang ke Senayan melalui Partai Solidaritas Indonesia

Tidak sebandingnya besaran devisi yang diterima, dengan lemahnya perlindungan hukum bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, menjadi perhatian salah seorang praktisi hukum untuk maju menjadi anggota legislatif.

Bali | I Nengah Yasa Adi Susanto yang kesehariannya bergelut dengan ketentuan perundang-undangan sebagai produk legislasi, merasa prihatin dengan kondisi buruh migran saat ini, sehingga ia memutuskan untuk maju pada pemilu legislatif (pileg) 2019 mendatang. Ia menegaskan, devisa yang disumbangkan oleh para buruh migran untuk Bali cukup besar, namun tidak sebanding dengan perlindungan nasib mereka di luar negeri.

“Devisa TKI lumayan besar untuk Bali, namun perlindungan hukumnya sangat lemah. Kesehatan juga menjadi sumber utama, dan menjadi perhatian yang serius dengan pengawalan yang ketat sehingga warga kurang mampu juga tercover dengan baik,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PSI Provinsi Bali, Selasa (21/8).

Menurutnya, keputusan maju sebagai calon anggota DPR-RI dari Dapil Bali, yang prihatin terhadap nasib TKI di Bali, didukung oleh DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali. Sehingga dengan segala pertimbangan yang matang, Adi optimis mendapatkan dukung 90 persen pemilih.

Berdasarkan data dari Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) tahun 2017, jumlah buruh migran asal Bali di luar negeri mencapai 5.202 orang. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2016 yang hanya 3.580 orang. Maraknya buruh migran yang berangkat melalui jalur yang tidak resmi, juga ditengarai cukup besar. (Hak)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of