Type to search

Berita

Lima Perusahaan Outsourcing Digugat, Pengadilan Menangkan Operator Crane

Share

Selalu berganti status pekerja dari satu perusahaan penyedia jasa pekerja ke perusahaan outsourcing lainnya, gugatan dua operator crane dikabulkan.

Ilustrasi.

Jakarta | PT. Surya Prima Bahtera harus menanggung kewajiban pembayaran uang pesangon, akibat putusnya hubungan kerja antara Cokro Yopianto dan Zainal Tahmid, dua orang pekerja operator crane dengan lima perusahaan outsourcing yaitu PT. Maha Anugerah, PT. Tumbuh Selaras Berkesinambungan, PT. Mustika Prabu Raya, PT. Dinamic Teknindo Sukses, dan PT. Hanindo Inti Trada.

Menurut Mahkamah Agung (MA), pekerjaan yang ditempatkan oleh lima perusahaan outsourcing di PT. Surya sebagai operator crane, tidak sesuai dengan Pasal 66 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Dalam ketentuan tersebut, hanya lima jenis pekerjaan yang dapat dipekerjakan dengan hubungan kerja outsourcing, yaitu cleaning service, catering, security, jasa penunjang perminyakan dan pertambangan, serta penyedia angkutan pekerja.

Terhadap pertimbangan hukum tersebut, MA sependapat dengan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Tanjung Pinang Nomor 41/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Tpg, tanggal 2 Maret 2015 lalu. “Jenis pekerjaan operator crane adalah jenis pekerjaan untuk melaksanakan kegiatan pokok, sehingga hubungan kerja demi hukum beralih kepada pemberi kerja atau Tergugat I,” ujar Hakim Agung Muh. Yunus Wahab, Rabu (7/2/2018).

MA menilai, Putusan PHI Tanjung Pinang tidak salah dalam menerapkan hukum. Meskipun hubungan kerja berawal dari perjanjian kerja yang dibuat dengan lima perusahaan outsourcing sebagai mitra kerjanya, tetapi prinsip pengalihan tindakan perlindungan bagi pekerja haruslah diterapkan dalam perkara tersebut. “Bahwa PHI telah benar menerapkan prinsip pengalihan tindakan perlindungan bagi pekerja atau Transfer of Undertaking Protection Employment (TUPE) sehingga masa kerja tetap dihitung dari mulai awal kerja”, tegas Yunus membacakan Putusan Kasasi Nomor 96 K/Pdt.Sus-PHI/2018.

Oleh karena perjanjian kerja yang dibuat Cokro dan Zainal bersama kelima perusahaan outsourcing, berubah menjadi perjanjian kerja dengan PT. Surya karena bertentangan dengan undang-undang ketenagakerjaan, maka masa kerja keduanya sejak pertama kali bekerja menjadi tanggung jawab PT. Surya Prima Bahtera. (Hak)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *